Hari Ini Asing Borong BBCA-TLKM & Lepas BMRI-ITMG

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
18 August 2021 17:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup cerah pada perdagangan Rabu (18/8/2021). Indeks saham acuan Tanah Air tersebut ditutup menguat 0,5% ke level 6.118,15, mengikuti penguatan bursa saham Asia pada hari ini.

IHSG pun kembali menembus level psikologis di 6.100 pada perdagangan hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini kembali naik menjadi Rp 16,5 triliun. Terpantau, investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) cukup besar, yakni mencapai Rp 1,1 triliun di pasar reguler. Sebanyak 213 saham menguat, 304 saham melemah dan 130 lainnya stagnan.


Dari daftar net buy, saham bank berkapitalisasi pasar terjumbo, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diborong oleh asing paling banyak pada hari ini, yakni mencapai Rp 517 miliar.

Tak hanya BBCA, dua saham big cap lainnya yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga diborong asing hingga lebih dari Rp 100 miliar. Bahkan saham e-commerce PT Bukalapak.com juga diborong asing hingga mencapai Rp 110 miliar.

Berikut saham-saham yang diborong oleh investor asing pada hari ini.

Net Buy Asing

Sementara dari daftar net sell, saham bank big cap PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh asing pada hari ini, yakni mencapai Rp 154 miliar.

Selain di saham BMRI, asing juga tercatat melepas saham pertambangan batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan dua saham Grup Astra, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) dan induk Grup Astra, PT Astra International Tbk (ASII).

Adapun saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Sell Asing

Sentimen positif di kawasan Asia muncul dari Jepang yang melaporkan ekspor Juli melonjak dua kali lipat secara bulanan (month-on-month/MoM) untuk lima bulan yang berturut-turut. Secara tahunan (year-on-year/YoY), ekspor Juli terhitung melompat 37%.

Hal ini berbanding terbalik dengan pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang ditutup melemah pada perdagangan Selasa (17/8/2021) kemarin.

Koreksi Wall Street terjadi setelah indeks Dow Jones dan S&P 500 hingga Senin awal pekan ini telah mencetak reli pada hari kelima berturut-turut, sehingga koreksi pada Selasa dinilai sebagai wajar.

Pasar kini memantau arah perkembangan moneter di AS menyusul wacana dimulainya kebijakan tapering (pengurangan pembelian obligasi di pasar sekunder).

Kebijakan ini berpeluang memicu capital outflow di negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, pasar meyakini ekonomi AS masih perlu ditopang terutama di tengah penyebaran virus Covid-19 varian delta.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asing Belanja, Ini Dia Big Cap yang Diborong & Dilepas


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading