'Tersengat' Yusuf Mansur, Saham REAL Ngamuk Lagi! Nyaris ARA

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 August 2021 10:36
Ustaz Yusuf Mansur/Dok Instagram @yusufmansurnew

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten yang bergerak di bidang usaha penjualan real estate PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) kembali melonjak hingga mendekati batas auto rejection atas (ARA) 35% pada awal perdagangan pagi ini, Rabu (18/8/2021).

Saham REAL melanjutkan penguatan pada Senin (16/8) lalu, didorong kabar Ustaz Yusuf Mansur membeli saham tersebut sebanyak 600 juta saham, senilai Rp 30 miliar, di harga Rp 50/saham.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.58 WIB, saham REAL melonjak 34,33% ke Rp 90/saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,11 miliar dan volume perdagangan 161,79 juta saham. Nilai kapitalisasi pasar REAL sebesar Rp 597,02 miliar pagi ini.


Di tengah penguatan saham REAL, asing mencatatkan jual bersih (net sell) Rp 991,03 juta di pasar reguler.

Pada Senin lalu, saham ini berhasil menduduki peringkat pertama top gainers, setelah melesat hingga 34,00% ke Rp 67/saham. Pada Senin, nilai transaksinya pun jumbo Rp 28,27 miliar, melampaui nilai transaksi biasanya yang berada di rentang Rp 850 ribu sampai ratusan juta rupiah.

Saham ini termasuk saham 'tidur', karena jarang sekali beraktivitas di bursa sejak debutnya pada 6 Desember 2019. Terakhir kali saham REAL bergerak adalah pada 26 November 2020 ketika ditutup naik 4,00% ke Rp 52/saham.

Memang, saham ini hanya sempat menikmati 'kejayaan' pada awal-awal sejak 'manggung', puncaknya pada 3 Januari 2020 ketika ditutup di harga tertinggi sepanjang masa Rp 540/saham. Setelah itu saham ini bergerak menurun hingga akhirnya di level Rp 50/saham sejak 27 Juli 2020.

Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur, yang juga pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an, dan juga pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren) tiba-tiba melakukan langkah strategis dengan membeli saham perusahaan properti dengan kategori 'gocap' alias saham dengan harga terendah Rp 50/saham ini.

Yusuf Mansur membeli saham REAL via perusahaan sekuritas UOB Kay Hian Sekuritas itu dilakukan di harga saham Repower saat ini yakni Rp 50/saham sehingga dana yang dikucurkan sekitar Rp 30 miliar.

"Saya 6 juta lot [600 juta saham], itu baru aksi perdana abis berikutnya beli pake aset inbreng, berikutnya, ga pake duit," kata Yusuf Mansur kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (16/8).

Instagram @yusufmansurnewFoto: Instagram @yusufmansurnew
Instagram @yusufmansurnew

Yusuf Mansur sebelumnya sudah memegang beberapa saham di antaranya PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), ketika masih bernama PT Bank BRISyariah Tbk saat belum merger dengan dua bank syariah BUMN lainnya, lalu saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), emiten peternakan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Ustaz Yusuf Mansur menegaskan ada rencana besar di balik upayanya membeli saham emiten 'gocap' ini.

"Bismillaah walhamdulillaah. Ini saham gocap, hehehe. tapi fundamentalnya bagus. Bisa jadi kendaraan buat seluruh bisnis properti. Entar kita kelola yang bener ini perusahaan. Bukan jadi perusahaan goreng-gorengan. Tumbuh dan besar bareng, saya masuk dengan izin Allah jadi pemegang sahamnya," kata YM dalam unggahan di akun Instagramnya, @yusufmansurnew.

Dia mengatakan banyak potensi menarik di bisnis REAL ke depan, misalnya pengembangan pesantren di 100 kota dan bisnis propertinya.

"Yang berarti akan ada 100 proyek properti, sebab nempel sama pesantren... keptif market [captive market] banget-banget... atau mengundang pemilik-pemilik tanah kecil.... 100 meter sampai dengan 1000 meter.... di kota-kota besar... diisengin bangun cluster kecil-kecil.. pemilik tanah langsung jadi CEO, yang ngerajut, REAL... ini bakal gila... masuk 1000 tanah aja... udah langsung 1000 cluster... kita bisa rights issue bareng... inbreng aset... gede banget ini."

Menurut YM, REAL akan menjadi kendaraan investasi di bidang properti di masa mendatang.

"Ini bisa jadi Ferrari-nya saya dan Daarul Qur'an, kan impiannya banyak, salah satu impian yakni membangun kawasan pesantren di mana saja, di kota-kota besar terutama, yang mana itu kawasan akan berisi 100 brand pesantren sehingga dalam 1 tahun, santri bisa 100.000 orang dari 100 pesantren, jadi 6-10 tahun ke depan 1 juta santri di satu kawasan, recurring income bisa Rp 3 triliun per bulan," kata YM.

"Belum lagi revitalisasi rumah orang-orang kampung di perumahan-perumahan gede... ini banyak loh... misal kayak orang Betawi di BSD... masih banyak yang ribuan meter sampe hektar, diisi sama keluarga-keluarga Betawi. Ini jumlahnya busa ratusan, kerja sama begini, apalagi bisa melibatkan BUMN-BUMN Properti... wuih, sedap dah... insyaaaAllah... jalan kenceng nambahin gerak ekonomi Indonesia."

Meski demikian YM tidak memungkiri masih ada masalah yang juga akan segera diselesaikan.

"Btw, saya Yusuf Mansur... ga menutup diri dan ga menutup mata, bahwa saya juga ada masalah... ada kesulitan, ada kesusahan... ada persoalan... karena itu, saya minta maaf ke kawan-kawan.. dan minta didoakan... agar bisa menyelesaikan semuanya."

"Plus bisa menuntaskan opportunity ke depan ini. Buat kemajuan bersama... tapi kalau soal saya nipu, jahatin orang, ga banget. Saya bertawakkal kepada Allah... semoga Allah lindungi kita semua... dari semua kesalahan, kejahatan, keburukan, dosa, dan maksiat, diri kita sendiri dan dari seluruh makhluknya Allah."

"[Potensi] ini kan kan perlu kendaraan, ga bisa skema perbankan, harus skema rights issue [penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMTED] dan IPO [penawaran umum saham perdana, initial public offering], dan perusahaan ini kan sudah IPO, tinggal rights issue saja," katanya.

Ke depan, YM akan masuk lagi ke saham REAL untuk memperbesar kepemilikan, tetapi dalam bentuk inbreng aset lahan, bukan dengan dana tunai.

"Berikutnya beli pake aset inbreng, berikutnya, ga pake duit," tegas YM.

Jumlah pembelian saham tersebut setara dengan sekitar 9% dari total saham bereda REAL sebanyak 6,63 miliar saham.

Per Maret 2021, saham REAL dipegang oleh PT Enam Berlian Sinergi sebanyak 46,72% (3.099.480.000 saham), lalu PT Harmoni Harum Propertindo 15,57% (1.033.160.000 saham), dan investor publik 37,70% (2.500.970.151 saham).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diborong Yusuf Mansur Rp 30 M, Saham REAL Bangkit dari Kubur


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading