Resmi! GIC Singapura Borong Lagi Saham Bukalapak Rp 1,4 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 August 2021 09:57
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana abadi negara atau Sovereign Wealth Fund asal Singapura GIC Private Limited melakukan pembelian saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sebanyak 1.600.797.400 atau setara dengan 1,553% modal disetor dan ditempatkan Bukalapak.

Total nilai transaksi ini mencapai Rp 1,36 triliun di harga Rp 850/saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi ini dilakukan pada 5 Agustus 2021 lalu, alias sehari sebelum Bukalapak listing atau mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/8).


Pembelian ini dilakukan atas nama Pemerintah Singapura (GOS) dan Otoritas Keuangan Singapura (MAS).

Detailnya, GIC melakukan transaksi sebanyak 1.355.112.200 saham yang mewakili 1,315% atas nama GOS dan 245.685.200 saham yang mewakili 0,238% atas nama MAS. Transaksi ini dilakukan di harga Rp 850/saham atau harga yang sama dengan harga penawaran umum perusahaan.

Tujuan pembelian ini adalah untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.

Sebelumnya, pemerintah Singapura telah memiliki saham Bukalapak sebanyak 9,447% melalui Archipelago Investment Pte. Ltd.

Atas transaksi ini, jumlah saham yang dimiliki GOS setelah transaksi menjadi 11,33 miliar saham atau 11,001% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Bukalapak.

Berdasarkan prospektus perusahaan, jumlah kepemilikan ini mengalami penurunan dari sebelumnya sebesar 12,60% sebelum perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Adapun perusahaan unicorn teknologi ini baru saja melantai di pasar saham Indonesia pada 6 Agustus 2021 yang lalu dengan harga penawaran Rp 850/saham.

Perusahaan memperoleh dana senilai Rp 21.900.679.080.000 atau nyaris Rp 22 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak, Rachmat Kaimuddin mengatakan seluruh dana IPO akan menjadi modal kerja perseroan dan juga entitas anak. Fokus pendanaan ke depan ialah untuk pengembangan sektor UMKM yang juga menjadi misi Bukalapak di masa depan.

"Seluruh penggunaan dana IPO 100 persen modal kerja perseroan dan entitas anak atau entitas anak atau subsidiary-nya. Kami punya misi menciptakan affair economy for all dengan cara kita ingin selalu memberdayakan UMKM, bisnis lebih maju, volume lebih tinggi pake proses lebih modern, channel lebih banyak," kata Rahmat dalam Konferensi Pers IPO Listing Bukalapak, Jumat (6/8/2021).

Berdasarkan prospektusnya, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan sebanyak sekitar 66%, sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja entitas anak.

Entitas anak yang dimaksud yakni sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia (BMI), 15% dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia (BUI), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama (BIB), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), sekitar 1% kepada Bukalapak Pte. Ltd. (BLSG) dan sekitar 1% dialokasikan kepada PT Five Jack (Five Jack Indonesia).

Sebelumnya, GIC juga akan masuk menjadi pemegang saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) melalui skema Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II alias rights issue.

GIC rencananya merogoh kocek sampai Rp 3,15 triliun untuk mengeksekusi HMETD sebanyak 1,19 miliar unit.

Hal tersebut terungkap dalam prospektus yang diterbitkan oleh Bank Jago dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (26/2/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading