Bank Mini Bak Casino, Sebagian Terbang & yang Lain Ambles

Market - Putra, CNBC Indonesia
09 August 2021 10:03
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Senin (19/7/2021) (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia -Pada perdagangan hari ini 18 saham bank mini alias bank BUKU II (bank dengan modal inti Rp 2 triliun-Rp 5 triliun) bergerak liar dimana sebagian melesat kencang di zona hijau sedangkan sebagian terpaksa ambruk parah pada perdagangan Senin (9/8/21).

Berikut kinerja saham bank mini pada perdagangan hari ini, mengacu data BEI.


Data perdagangan mencatat, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menjadi saham perbankan mini dengan apresiasi paling kencang yakni naik 17,51% ke level Rp 416/unit jelang pelaksanaan rights issue guna memenuhi aturan modal inti Rp 3 triliun.

Sedangkan di posisi kedua saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) yang menanjak 13,44% ke level harga Rp 1.815/unit.

Penguatan saham BBYB sejak pekan lalu terjadi di tengah kabar perusahaan financial technology (fintech) PT Akulaku Silvrr Indonesia alias Akulaku resmi menjadi pemegang saham pengendali BBYB.

Sebelumnya, Akulaku resmi menjadi pemegang saham pengendali BBYB, setelah mendapat restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut terungkap dalam rancangan pengambilalihan Bank Neo Commerce oleh Akulaku yang dipublikasikan pada Rabu (28/7) di situs resmi BBYB.

Pengumuman ringkasan rancangan pengambilalihan ini sehubungan dengan kepemilikan Akulaku atas 1.664.157.909 saham BBYB atau sekitar 24,98% BBYB sebagai akibat dari pelaksanaan penawaran umum terbatas III (PUT III) atau rights issue.

Akulaku pertama kali masuk di BBYB pada awal tahun 2019 dengan mengakuisisi 8,9% saham PT Bank Yudha Bhakti Tbk (nama sebelumnya dari Bank Neo Commerce) dari PT Gozco Capital pada harga Rp 338 per saham dengan nilai total Rp 158 miliar.

Selanjutnya, PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) menjadi saham perbankan kecil dengan depresiasi paling parah 6,80% ke Rp 6.850/saham setelah sebelunya BBSI setelah sempat melesat kencang berberapa hari terakhir.

Saham BBSI sempat melesat karena bank yang disokongpeer to peer lendingKredivo ini akan melakukan penerbitan saham baru dengan skema rights issue untuk yang kedua kalinya (Penawaran Umum Terbatas/PUT II).

Dalam keterbukaan informasi di BEI, manajemen BBSI diwakili oleh Presiden Direktur BBSI Laniwati Tjandra mengatakan perseroan berencana untuk melakukan PUT II dengan jumlah sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham dengan nilai nominal Rp 100/saham. Jumlah itu setara dengan 14,37% dari modal disetor perseroan.

Dana hasil rights issue ini seluruhnya akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan demi memenuhi ketentuan modal inti OJK dan sebagai tambahan modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap.

Kredivo atau FinAccel Teknologi Indonesia saat ini mempunyai kepemilikan saham sebesar 24% sampai dengan 21 Mei 2021. FinAccel dikabarkan siap melantai di bursa Nasdaq melalui skema merger dengan perusahaan cangkak alias SPAC.

Sentimen positif utama yang turut mengerek kenaikan bank mini sejak beberapa lalu ialah terkait rencana akan segera dirilisnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai bank digital pada pertengahan tahun ini.

Kabar teranyar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan perkembangan mengenai Peraturan OJK baru mengenai Bank Umum masih dalam harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM.

"Masih harmonisasi dengan Kemenkumham," kata Sekar Putih Djarot, Juru Bicara OJK, kepada CNBC Indonesia, Senin (19/7).

Adapun POJK salah satunya akan mengatur mengenai pendirian bank baru, termasuk bank yang akan beroperasi penuh secara digital. Adanya peraturan ini untuk mengakomodasi perkembangan industri perbankan yang saat ini mulai beralih pada sistem digital.

Sebelumnya, para investor berspekulasi bahwa saham-saham bank mini di atas akan dicaplok oleh investor strategis dan ditransformasikan menjadi bank digital.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading