Gokil! Saham Bukalapak to The Moon, Diserbu & Tembus ARA Lagi

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
09 August 2021 09:08
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dan Komisaris Utama Bambang Brodjonegoro, dok Bukalapak, IPO 6 Agustus 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten startup e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) sesaat setelah bel pembukaan pasar pagi ini, Senin (8/9/2021). Dengan ini, saham BUKA melanjutkan penguatan sejak resmi tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) di papan pengembangan pada Jumat (6/8) pekan lalu.

Menurut data BEI pukul 09.02 WIB, harga saham BUKA melejit 25,00% ke Rp 1.325/saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 199,17 miliar, menjadi yang terbanyak di bursa. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar 150,41 juta saham.

Pada hari kedua ini, investor asing kembali mencatatkan jual bersih Rp 41,08 miliar di pasar reguler. Pagi ini, antrean untuk membeli saham BUKA di harga Rp 1.325/saham mencapai 8.698.826 lot.


Pada Jumat lalu, melonjak hingga menembus ARA 24,71% ke Rp 1.060/saham. Kendati melesat, investor asing mencatatkan jual bersih Rp 249,22 miliar di pasar reguler, yang merupakan tertinggi di bursa.

Animo investor ritel atas melantainya saham BUKA memang sangat tinggi. Pada Jumat, pukul 09.10 WIB, antrean untuk membeli saham BUKA di harga Rp 1.060/saham mencapai 13.587.174 lot.

Sebagai informasi, dengan melantai di bursa, BUKA meraup dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) mencapai Rp 22 triliun, terbesar sepanjang sejarah BEI.

Berdasarkan data resmi BEI, jumlah saham BUKA yang dicatatkan 103.062.019.354 saham, terdiri dari saham pendiri 77.296.514.554 saham dan penawaran umum 25.765.504.800 saham.

Untuk jumlah saham penawaran umum itu setara dengan 25,0% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dengan harga perdana Rp 850/saham.

Harga penawaran ditetapkan di angka penawaran tertinggi Rp 850/unit, dengan begitu total dana yang diraup mencapai Rp 21,9 triliun,

Saat ini nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham BUKA mencapai Rp 136,56 triliun.

Dengan market cap tersebut maka perusahaan yang didirikan oleh Ahmad Zaky ini akan menjadi perusahaan terbesar ke-16 di BEI tepat di bawah bank Pelat Merah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang memiliki kapitalisasi pasar Rp 95,11 triliun dan di atas PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang memiliki market cap Rp 73 triliun. Market Cap IHSG saat ini yang berada di angka Rp 7.424 triliun akan naik menjadi Rp 7.511 triliun pasca IPO Bukalapak.

Berdasarkan prospektus IPO, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan sebanyak sekitar 66%, sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja entitas anak.

Entitas anak yang dimaksud yakni sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia (BMI), 15% dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia (BUI), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama (BIB), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), sekitar 1% kepada Bukalapak Pte. Ltd. (BLSG) dan sekitar 1% dialokasikan kepada PT Five Jack (Five Jack Indonesia).

Dalam IPO ini, penjamin pelaksana emisi efek BUKA yakni PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas.

Sementara itu penjamin emisi efek yakni ada 19 sekuritas terdiri dari PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, dan PT Investindo Nusantara Sekuritas.

Lalu, ada PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Philip Sekuritas Indonesia, PT Samuel Sekuritas Indonesia, dan PT Sinarmas Sekuritas. Lainnya ada PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT UBS Sekuritas Indonesia, PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Victoria Sekuritas Indonesia, PT Wanteg Sekuritas, dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia.

Selain itu, perseroan akan mengalokasikan sebesar 0,05% dari saham yang ditawarkan pada saat IPO untuk program alokasi saham kepada karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) atau sebanyak 14.027.500, dengan harga pelaksanaan ESA yang sama dengan Harga Penawaran IPO.

Perseroan akan menerbitkan opsi saham untuk program MESOP (Management Employee Stock Option Program) sebanyak-banyaknya 4,91% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan IPO ini atau sebanyak-banyaknya 5.060.345.150 saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! Asing Obral Saham Bukalapak Lagi & Dibuka Langsung ARB


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading