RI dan China Makin Mesra, Sepakat Tinggalkan Dolar AS!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
09 August 2021 06:32
FILE PHOTO: U.S. Dollar and China Yuan notes are seen in this picture illustration June 2, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) dengan otoritas di China telah menjalin kesepakatan bersama untuk menggunakan transaksi perdagangan dan investasi dengan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Donny Hutabarat kepada CNBC Indonesia. "Saat ini Indonesia telah menyepakati kerangka kerja LCS dengan Tiongkok (implementasi Agustus 2021)," ujarnya.

Kendati demikian, sampai saat ini masih ada beberapa persyaratan yang masih harus dipenuhi oleh bank-bank ACCD yang ditunjuk, sehingga pelaksanaan ini belum bisa diimplementasikan.


ACCD atau Appointed Cross Currency Dealer adalah bank yang ditunjuk oleh otoritas kedua negara untuk memfasilitasi pelaksanaan LCS melalui pembukaan rekening mata uang negara mitra di negara masing-masing.

Kesepakatan LCS Indonesia dan China didukung penuh oleh semua kalangan, baik dari pemerintah, pengusaha, perbankan, hingga ekonom.

Nantinya Indonesia tidak lagi ketergantungan terhadap dolar AS dalam menyelesaikan transaksi perdagangan dan investasi dengan negara mitra.

Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan pasar keuangan berbasis mata uang lokal dan mendorong perluasan akses pelaku usaha.

Melalui skema LCS ini juga, pelaku usaha baik eksportir dan importir bisa lebih efisien karena tidak perlu mengkonversinya ke dalam dollar AS.

"Selama ini yang terjadi oleh teman-teman dari pelaku usaha dan perbankan selama ini mungkin kadang-kadang kita ada dua konversi minimal dalam transaksi," tutur Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhri.

Corporate Marketing Director Bank of China, Handojo Wibawanto mengatakan bahwa, hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok sudah terjalin sejalan lama dari hal segi ekonomi dan perdagangan.

"Jika kita bandingkan dengan tahun 2000, maka volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok naik 16 kali pada tahun 2020," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Handojo merinci, volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan China sepanjang tahun 2020 mencapai US$ 78,5 miliar. Angka tersebut berasal dari nilai ekspor Indonesia ke China yang mencapai US$ 37,4 miliar atau setara 18% dari total ekspor Indonesia pada 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading