Tinggalkan Dolar AS, Bos PBOC Ungkap Mesranya RI dan China

Market - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
16 February 2022 12:01
Yi Gang (Governor of People’s Bank of China)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan Indonesia dan China semakin mesra, berani sama-sama tinggalkan dolar Amerika Serikat (AS) dalam aktivitas perdagangan hingga investasi atau dikenal dengan sebutan Local Currency Settlement (LCS).

"Pertukaran mata uang membantu memfasilitasi perdagangan dan investasi bilateral di tengah krisis keuangan global," ungkap Gubernur Bank Sentral China Yi Gang, dalam webminar sebagai bagian dari rangkaian pertemuan G20, Rabu (16/2/2022)


Implementasi kerjasama LCS adalah sebagai salah satu upaya berkelanjutan bank sentral untuk mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas dalam penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi langsung dengan berbagai negara mitra.

Perluasan penggunaan LCS diharapkan dapat mendukung stabilitas nilai tukar melalui dampaknya terhadap pengurangan ketergantungan pada mata uang tertentu di pasar valuta asing domestik.

Nilai transaksi RI dan China menggunakan LCS telah mencapai hingga US$ 15,1 juta hingga 21 Oktober 2021.

"LCS telah mengurangi risiko pertukaran dan biaya pertukaran mata uang meningkatkan efisiensi penggunaan mata uang lokal dan memfasilitasi pertukaran antara mata uang," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Gang, penggunaan renminbi dalam perdagangan barang meningkat hampir 5 persen.

"Kami mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang telah diberikan kepada UnionPay dan kerjasama antara lembaga keuangan kedua negara kita," tuturnya.

Ke depan, China siap bekerja sama dengan Indonesia dan ekonomi Asia lainnya untuk mempromosikan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi regional.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nunggak Rp 4 T, Evergrande Akhirnya Bayar Kupon Obligasi


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading