Memahami Isi Kepala Orang Kaya: Malas Belanja Karena Ini?

Market - Redaksi, CNBC Indonesia
09 August 2021 07:00
Tips Membeli barang mewah

Jakarta, CNBC Indonesia - Orang kaya masih belum bisa bergerak bebas seperti sebelum pandemi covid-19. Tidak juga ketika mereda, apalagi sekarang ada lonjakan kasus covid yang memaksa pemerintah memberlakukan pengetatan mobilitas.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat ada pertumbuhan 15% untuk simpanan dengan saldo di atas Rp 5 miliar. Ada kecurigaan ini merupakan dampak dari masih tingginya bunga deposito perbankan.

"Artinya orang-orang kaya yang enggan belanja, karena mungkin masih nikmati bunga besar, ketika bunga turun lagi ingin dia tidak enggan lagi belanja sehingga mereka akan mulai belanja lagi," jelas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers terkait stabilitas sistem keuangan akhir pekan lalu.


Dari berbagai jurnal yang didapat CNBC Indonesia, jumlah orang kaya Indonesia memang hanya 10% dari total penduduk. Kemudian kelas menengah mencapai 50% dan sisanya adalah kelompok rentan dan miskin.

Akan tetapi rentang antara kelas atas dan dua kelas di bawahnya itu cukup jauh.

Berdasarkan jurnal tersebut, pengeluaran kelompok miskin dan rentan miskin masing-masing hanya 13,5% dan 10,5%, di mana kelas menengah dua kali lipat lebih besar. Sementara orang kaya pengeluarannya lima kali lipat dari kelas menengah.

Purbaya berharap perbankan bisa menurunkan bunga deposito. Hal ini akan turut mendorong perekonomian pada semester II-2021 yang dimungkinkan kembali tertekan akibat lonjakan kasus covid-19. Padahal di kuartal II ekonomi berhasil tumbuh tinggi yaitu 7,07%.

"Kalau orang kaya mulai belanja harusnya ekonomi terdorong dan yang tidak kaya akan menerima dampaknya sehingga ekonomi akan bergulir lebih cepat," papar Purbaya.

Atas kondisi tersebut, LPS siap untuk kembali menurunkan suku bunga penjaminan. "LPS masih punya ruang untuk menurunkan suku bunga penjaminan lebih lanjut. Suku bunga acuan BI saat ini 3,5% kami masih 4%. Kalau keadaan memungkinkan, kami akan turunkan ke level yang lebih mendukung untuk pertumbuhan ekonomi," ungkap Purbaya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading