Hoesen OJK: 2 Katalis Ini Bakal Dorong Kinerja Pasar Modal RI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 August 2021 10:55
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Anggota Dewan Komisioner OJK, Hoesen M.M (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan terdapat dua faktor yang mendukung peningkatan kinerja pasar modal Indonesia saat ini.

Pertama adalah peningkatan jumlah investor lokal, terutama dari investor muda dan aksi go public atau penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang dilakukan oleh perusahaan rintisan dengan status unicorn.

Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan dua hal ni dinilai mampu membuat pasar modal tetap kuat dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Dua hal ini dinilai akan menarik lebih banyak jumlah investor dan terus meningkatkan kinerja pasar modal.


"Berbagai indikator pasar yang bergerak positif tersebut khususnya perkembangan investor di pasar modal Indonesia saat ini cukup memberikan optimisme atas perkembangan pasar modal Indonesia di 2021. Ditambah lagi adanya sentimen positif atas rencana masuknya berbagai perusahaan terkemuka unicorn di Indonesia ada beberapa tahun ini dan ke depan,"kata Hoesen dalam Literasi Keuangan Indonesia Terdepan, Kamis (5/8/2021).

Dia menjelaskan, dari sisi investor hingga akhir Juli 2021 telah terjadi peningkatan jumlah hingga mencapai 5,82 juta investor. Angka telah naik hingga 50% sejak akhir tahun lalu yang masih sebanyak 3,88 juta investor.

Jumlah investor baru ini mayoritas berasal dari generasi milenial dan generasi Z yang saat ini mendominasi 58% dari total jumlah investor yang ada di pasar modal.

Padahal, normalnya dalam kondisi seperti saat ini investor akan wait and see menantikan perkembangan ekonomi, namun saat ini justru investor beramai-ramai masuk ke pasar modal.

Selanjutnya kedua, yang menarik jumlah investor adalah rencana masuknya perusahaan startup sekelas unicorn dan decacorn ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini dinilai akan mendorong peningkatan kapitalisasi saham di bursa.

Unicorn adalah perusahaan rintisan dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun dan decacorn valuasinya US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 140 triliun.

"Dengan masuknya Unicorn dan decacorn ke bursa saham Indonesia tentunya akan berpotensi mendongkrak market cap emiten di BEI. Hal ini Tentunya juga memberikan daya tarik tersendiri bagi investor termasuk investor asing," kata dia.

"Masuknya perusahaan perusahaan startup tersebut atau bisa juga diprediksi bakal lebih menggairahkan perdagangan saham di dalam negeri," katanya.

Saat ini investor tengah menantikan IPO dari PT Bukalapak.com (BUKA), ecommerce pertama yang akan tercatat di BEI pada Jumat besok (6/8) di harga perdana Rp 850/saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hore! Aturan Ganti Rugi Investor Saham Terbit, Ini Rinciannya


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading