Gainers-Losers Sesi II

Saham-saham Bank Mini Pesta Pora, ZINC-JAST Keok!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
03 August 2021 15:41
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Senin (19/7/2021) (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham bank mini alias bank BUKU II (bank dengan modal inti Rp 2 triliun-Rp 5 triliun), seperti PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW), PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), menguasai daftar top gainers pada perdagangan hari ini, Selasa (3/8/2021).

Berbeda, saham emiten tambang batu bara PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) dan emiten telekomunikasi PT Jasnita Telekomindo (JAST) berbagi tempat di deretan top losers.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju nyaman di zona hijau hari ini. IHSG terapresiasi 0,56%, kembali ke level psikologis 6.100, ke posisi 6.130,571 pada penutupan sesi II perdagangan Selasa (3/8).


Menurut data BEI, ada 244 saham menguat, 269 saham merosot dan 137 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,23 triliun dan volume perdagangan mencapai 26,33 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 202,28 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 64,14 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (3/8).

Top Gainers

  1. Bank QNB Indonesia (BKSW), saham +25,00%, ke Rp 260, transaksi Rp 138,3 M

  2. MNC Studios International (MSIN), +24,46%, ke Rp 575, transaksi Rp 116,0 M

  3. Bank Capital Indonesia (BACA), +22,69%, ke Rp 530, transaksi Rp 297,2 M

  4. Bank Neo Commerce (BBYB), +19,75%, ke Rp 970, transaksi Rp 553,5 M

  5. Bank IBK Indonesia (AGRS), +12,00%, ke Rp 280, transaksi Rp 99,7 M

Top Losers

  1. Dewata Freight International (DEAL), saham -6,17%, ke Rp 76, transaksi Rp 26,0 M

  2. Kapuas Prima Coal (ZINC), -5,62%, ke Rp 151, transaksi Rp 122,0 M

  3. Jasnita Telekomindo (JAST), -4,76%, ke Rp 200, transaksi Rp 17,3 M

  4. Bumi Resources Minerals (BRMS), -4,72%, ke Rp 101, transaksi Rp 94,7 M

  5. Jaya Bersama Indo (DUCK), -4,17%, ke Rp 138, transaksi Rp 10,1 M

Menurut data di atas, saham BKSW memuncaki daftar top gainers setelah berhasil menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 25,00% ke Rp 260/saham. Dengan ini, reli kenaikan saham BKSW bertambah menjadi empat hari beruntun.

Dalam sepekan, saham ini melesat 33,33%, sementara dalam sebulan melejit 41,30%.

Kabar terbaru, BKSW akan mengadakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 19 Agustus mendatang di Jakarta. Salah satu mata acara RUPST BKSW adalah pengesahan laporan keuangan perusahaan tahun 2020.

Selain BKSW, saham BACA menanjak 22,69% ke Rp 530/saham, setelah kemarin terkoreksi 2,26%. Dalam sepekan saham BACA naik 23,25%, sementara dalam sebulan terakhir terkerek 26,19%.

BACA juga akan melaksanakan RUPST dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Agustus 2021.

Di samping saham BKSW dan BACA, saham BBYB juga melonjak 19,75% ke Rp 970/saham.

Saham BBYB berhasil rebound dari koreksi pada Senin (2/8) kemarin sebesar 3,57%.

Sebelum melemah pada Senin, saham ini sempat melaju kencang selama 3 hari beruntun pada minggu lalu. Praktis, dalam sepekan saham BBYB melonjak 81,31%, sementara dalam sebulan 'terbang' 140,10%.

Penguatan saham BBYB sejak pekan lalu terjadi di tengah kabar perusahaan financial technology (fintech) PT Akulaku Silvrr Indonesia alias Akulaku resmi menjadi pemegang saham pengendali BBYB.

Sebelumnya, Akulaku resmi menjadi pemegang saham pengendali BBYB, setelah mendapat restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut terungkap dalam rancangan pengambilalihan Bank Neo Commerce oleh Akulaku yang dipublikasikan pada Rabu (28/7) di situs resmi BBYB.

Pengumuman ringkasan rancangan pengambilalihan ini sehubungan dengan kepemilikan Akulaku atas 1.664.157.909 saham BBYB atau sekitar 24,98% BBYB sebagai akibat dari pelaksanaan penawaran umum terbatas III (PUT III) atau rights issue.

Sementara, saham ZINC anjlok 5,62% ke Rp 151/saham. Para investor tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah saham ini mencatatkan reli penguatan selama 8 hari beruntun.

Setali tiga uang, pelaku pasar juga mulai merealisasikan aksi profit taking hingga membuat saham JAST turun 4,76%. Sebelumnya, saham ini sempat melesat selama 3 hari beruntun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading