Simak Gaes! Ini Deretan Sentimen Pasar buat Pekan Depan

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
01 August 2021 22:05
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan pekan ini, di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang 'menghantui' Asia. Investor asing pun mengobral saham-saham di Bursa Efek Indonesia.

Sepanjang minggu ini, IHSG terkoreksi 0,52% secara point-to-point. Pada perdagangan akhir pekan, IHSG harus puas tergusur dari level 6.100.


Pembelian saham oleh investor asing pada minggu ini adalah Rp 14,35 triliun. Namun investor asing menjual lebih banyak yaitu Rp 15,39 triliun. Dengan demikian, investor asing melakukan jual bersih Rp 1,04 triliun.

Frekuensi perdagangan saham pada pekan ini adalah 7,14 juta kali yang melibatkan 95,35 miliar unit saham senilai Rp 64,54 triliun. Total frekuensi perdagangan seluruh instrumen adalah 7,34 juta kali yang melibatkan 107,89 miliar aset dengan nilai Rp 64,98 triliun.

Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada pekan ini. Aliran modal masuk, terutama di pasar obligasi pemerintah, menjadi modal keperkasaan mata uang Ibu Pertiwi.

Sepanjang pekan ini, rupiah menguat 0,21% di hadapan mata uang Negeri Paman Sam secara point-to-point. Dolar AS terdorong kian jauh di bawah Rp 14.500.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah disokong oleh arus modal masuk di pasar keuangan. Di pasar saham, investor memang mencatatkan jual bersih (net sell) lebih dari Rp 1 triliun tetapi tidak demikian di pasar obligasi pemerintah.

Per 27 Juli 2021, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) adalah Rp 965,56 triliun. Bertambah Rp 2,79 triliun dibandingkan posisi sepekan sebelumnya.

Sentimen Pasar Pekan Depan

Dari dalam negeri, para investor masih akan mengamati terkait perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air yang masih belum sepenuhnya terkendali seiring bakal berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 pada Senin (2/8) besok.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menuturkan, bila ada tren penurunan kasus, maka bukan tidak mungkin akan ada pelonggaran PPKM setelah 2 Agustus mendatang. Namun hingga kini belum ada keputusan terkait apakah PPKM ini dilanjutkan atau diperlonggar.

Kendati tren penambahan kasus Covid-19 cenderung menurun pada beberapa hari terakhir, tetapi jumlahnya masih berada di rentang 30.000-40.000 kasus. Angka kematian Covid-19 juga masih tinggi, dengan rata-rata di atas 1.500 kasus per hari.

Kabar baiknya, selama sepekan ini, kasus sembuh Covid-19 beberapa kali melampaui penambahan kasus baru.

Terbaru, pada hari ini, Minggu (1/8/2021) tercatat 30.738 kasus baru Covid-19. Dengan ini, total kasus 3.440.396 kasus.

Pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan Sabtu (31/7) yang berjumlah 37.284 kasus baru.

Pasien sembuh sangat menggembirakan. Pada hari ini terdapat 39.446 pasien yang sembuh dari Covid-19. Sehingga total pasien sembuh Covid-19 di Indonesia mencapai 2.809.538 orang.

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia tercatat turun 10.312 hari ini. Ini membuat total kasus Covid-19 di Indonesia turun menjadi 535.135 orang.

Adapun jumlah kasus meninggal masih cukup tinggi mencapai 1.604 kasus. ini membuat total pasien Covid-19 yang meninggal tembus 95.723 orang.

Selain sentimen mengenai kasus Covid-19, pada Senin (2/8), Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi RI per Juli 2021. 

Laju inflasi Indonesia pada Juli 2021 diperkirakan sangat lambat, hampir flat. Sepertinya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah makan 'tumbal', yaitu kelesuan permintaan.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan terjadi inflasi 0,01% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara, dibandingkan Juli 2020 (year-on-year/yoy), laju inflasi diperkirakan 1,45%. Kemudian inflasi inti 'diramal' 1,365% yoy.

Bank Indonesia (BI) dalam Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga pekan IV memperkirakan inflasi Juli 2021 sebesar 0,01% mtm. Dengan demikian, inflasi sepanjang 2021 atau tahun kalender (year-to-date/ytd) menjadi 0,75% dan inflasi tahunan adalah 1,45%.

Selanjutnya, pada Kamis (5/8), akan ada rilis data mengenai pendapatan domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II tahun ini. Tradingeconomics meramal ekonomi RI akan tumbuh 3% secara bulanan dan 7% secara yoy.  Sementara, menurut SVP Economist Bank Permata Josua Pardede, PDB RI per triwulan kedua 2021 akan berada di kisaran 6% hingga 6,5% secara tahunan.

Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi RI di kuartal I-2021 terkontraksi minus 0,96% secara kuartalan dan minus 0,74% secara yoy.

Pada Jumat (6/8), Bank Indonesia (BI) akan merilis data statistik cadangan devisa (cadev) Indonesia per Juli 2021. Asal tahu saja, BI melaporkan bahwa cadev bulan Juni melonjak US$ 700 juta, menjadi US$ 137,1 miliar. Analis memprediksi cadev RI pada Juli akan kembali meningkat menjadi US$ 138 miliar.

Cek Sentimen dari Luar Negeri Nih!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading