Tambang Batu Bara di Kaltara Mau IPO, Cek Profil-Jadwalnya!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
29 July 2021 08:55
Aktifitas pekerja saat bongkar muat Batubara yang datang dari Batam di Pelabuhan KCN Cilincing,  Jakarta Utara, Kamis (12/4). Keputusan Menteri ESDM Nomor 1359K/30/MEM/2018 soal harga jual batubara untuk penyediaan tenaga listrik buat kepentingan umum, pemerintah menetapkan harga jual untuk PLTU US$70 per ton.  pemerintah juga menetapkan volume maksimal pembelian batubara untuk pembangkit listrik 100 juta ton per tahun atau sesuai kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik.Jonan menegaskan, penetapan harga jual batubara untuk PLTU agar tarif tenaga listrik tetap terjaga demi melindungi daya beli masyarakat dan industri yang kompetitif. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan tambang baru bara yang memiliki wilayah operasi di Kalimantan Utara, PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL), berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan bersiap melepas sebanyak-banyaknya 355.560.000 saham baru atau sebanyak-banyaknya 10% dari total modal disetor dan ditempatkan penuh.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di e-IPO, penawaran awal saham MCOL dilakukan dengan rentang harga Rp 1.420 - Rp 1.600 per saham. Dengan demikian dalam IPO ini target dana antara Rp 504,89 miliar hingga Rp 568,89 miliar.


Dalam IPO ini, MCOL memberikan mandat kepada PT Buana Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Saat ini perseroan sedang menggelar masa penawaran awal (book building) pada 28 Juli -16 Agustus, dengan perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan bisa dikantongi pada 30 Agustus mendatang.

Sedangkan masa penawaran umum perdana saham diperkirakan akan terlaksana pada 1-3 September, dengan pencatatan saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan dapat terlaksana pada tanggal 7 September 2021

Berdasarkan prospektus resmi, perusahaan mengatakan bahwa dana yang diperoleh dari hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sebagai setoran modal ke PT Mandala Karya Prima (MKP), entitas anak yang bergerak di bidang jasa kontraktor penambangan batubara.

Sebesar Rp 441 miliar akan digunakan untuk pembelian peralatan berat sebagai pendukung produksi berupa excavator PC2000 sebanyak 4 unit, dump truck HD 785 sebanyak 18 unit, dozer 375 sebanyak 2 unit, dan dozer D155 sebanyak 2 unit pada tahun 2021, yang keseluruhan peralatannya dibeli dari PT United Tractors Tbk (UNTR).

Dana yang masih tersisa akan digunakan untuk modal kerja dalam bentuk setoran modal kepada MKP untuk pembayaran utang usaha dan biaya operasional.

Sebagai informasi, Prima Andalan Mandiri memiliki tiga segmen bisnis utama yaitu pertambangan batu bara melalui PT Mandiri Inti Perkasa (MIP) dengan kepemilikan saham 99,99%, sektor jasa kontraktor penambangan batubara melalui PT Mandala Karya Prima (MKP) dengan kepemilikan saham 99,96% dan sektor pengangkutan batubara melalui PT Maritim Prima Mandiri (MPM) dengan kepemilikan saham 74%.

MIP yang merupakan unit pertambangan batu bara memiliki kontribusi terbesar terhadap pendapatan perseroan tahun 2020 mencapai 86,95%, sedangkan MKP dan MPM masing-masing adalah sebesar 86,95%, 10,99% dan 2,06%.

Pemegang saham MCOL saat ini adalah PT Edika Agung Mandir sebesar 68% dan PT Prima Andalan Utama 31% dan Handy Glivirgo sebesar 1%

Setelah pelaksanaan IPO, komposisi pemegang saham akan berubah menjadi PT Edika Agung Mandir sebesar (61,2%) dan PT Prima Andalan Utama (27,9%), Handy Glivirgo sebesar (0,9%) dan masyarakat (10%).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jadi Pesaing ADRO-PTBA cs, Saham Prima Andalan Resmi Listing!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading