Internasional

Saham Tencent, Meituan, Alibaba Ambruk 2 Hari, Ada Apa?

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
28 July 2021 14:50
Jack Ma. (AP/Firdia Lisnawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga saham raksasa teknologi di Hong Kong tercatat ambruk selama 2 hari beruntun, karena tekanan dari aturan regulator China terhadap perusahaan teknologi yang terdaftar di negara Barat, terutama di Amerika Serikat (AS).

Ketiga saham tersebut yakni Tencent Holdings, Meituan, dan Alibaba.

Pada perdagangan Senin (26/7/2021) lalu, saham Tencent ditutup ambruk 7,72%, sedangkan saham Meituan berakhir ambles 13,76%, dan saham Alibaba finish ambrol 7,15%.


Kemudian pada Selasa (27/7/2021) kemarin, saham Tencent kembali ditutup ambles 8,98%, Meituan ambruk 17,66%, dan Alibaba merosot 2,97%.

Dalam 2 hari, ketiga saham teknologi tersebut sudah mendapatkan kerugian lebih dari US$ 237 miliar.

Pada siang hari ini, saham Tencent kembali terpantau merosot 3,59%, Meituan turun tipis 0,1%, dan Alibaba terkoreksi 2,97%.

Ambruknya ketiga saham teknologi China di Hong Kong tersebut terjadi setelah pemerintah China mengetatkan aturan terkait investasi asing di sektor pendidikan dan perusahaan digital.

Aturan tersebut dikeluarkan oleh Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar bersama dengan enam departemen administratif lainnya, termasuk Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Administrasi Ruang Siber China dan Kementerian Keamanan Publik.

Hal ini juga menandakan bahwa kondisi geopolitik AS dengan China kembali memanas, di mana pertemuan pejabat Amerika Serikat (AS) dan China pada kemarin membahas nasib kawasan administratif tersebut.

Reuters melaporkan pihak China mengatakan bahwa hubungan kedua negara berada di kebuntuan dan menghadapi kesulitan yang serius.

"Secara fundamental, penyebabnya adalah beberapa orang Amerika menggambarkan China sebagai musuh dalam benaknya," tutur Menteri Luar Negeri China Xie Feng sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.

Sejauh ini, China membalas dengan mengetatkan aturan perusahaan digital mereka yang terdaftar di bursa negara Barat, terutama di AS.

Pada Jumat (23/7/2021) pekan lalu, Beijing melarang investasi asing di sektor pendidikan, serta mengetatkan aturan di perusahaan teknologi dan properti.

Namun secara khusus untuk saham Meituan, koreksi parah saham penyedia platform food delivery tersebut terjadi setelah adanya kritik keras di media sosial atas perlakuan mereka terhadap para driver yang sebagian besar tidak tercakup oleh asuransi sosial dan kesehatan.

"Meituan telah bekerja sama dengan pemerintah untuk membeli asuransi kecelakaan kerja untuk para driver kami," kata kepala eksekutif Meituan, Wang Xing, dalam konferensi persnya pada Mei lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Gojek Masuk, Saham Raksasa Techno Jepang Ini Terbang


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading