Segera Terbentuk, Ini Sederet Manfaat Holding Ultra Mikro BRI

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
25 July 2021 13:05
Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto. (Dok. BRI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) yang menjadi rencana strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem usaha masyarakat kecil akan segera terbentuk. setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Aksi pembentukan Holding UMi ini akan dilakukan dengan cara BRI menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.

Dalam RUPSLB pada Kamis 22 Juli lalu itu, BRI mendapatkan persetujuan rights issue untuk menerbitkan saham baru dalam rangka PMHMETD untuk jumlah sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 50 per saham.


Persetujuan itu didapatkan dari 104,22 miliar suara atau mewakili 95,98% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

Dalam rights issue ini, pemerintah sebagai pemegang saham BRI tidak menyetor dana tunai, melainkan mengalihkan saham Seri B pemerintah di PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM ke BRI alias Inbreng. Dengan demikian, BRI akan menjadi induk dari Pegadain dan PNM.

Dana hasil dari aksi korporasi tersebut (dari pemegang saham publik) akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan Holding Ultra Mikro yang dilakukan melalui penyertaan saham BRI dalam Pegadaian dan PNM, sebagai hasil dari inbreng Pemerintah.

Selebihnya dana akan digunakan sebagai modal kerja BRI dalam rangka pengembangan ekosistem Ultra Mikro, serta bisnis Mikro dan Kecil.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan melalui holding tersebut BRI akan menjangkau segmen usaha ultra mikro sebagai salah satu sumber pertumbuhan di masa mendatang.

Selain itu, dengan jumlah segmen usaha mikro dan ultra mikro yang diperkirakan mencapai 99% dari total unit usaha di Indonesia hal ini akan berperan penting dalam kemajuan perekonomian nasional.

Dia mengatakan, kehadiran holding BUMN Ultra Mikro akan mengintegrasikan dan memperkuat ekosistem segmen usaha ultra mikro sejalan dengan rencana pemerintah meningkatkan peran BUMN sebagai agen pencipta nilai dan pembangunan.

Tentunya untuk mendukung pertumbuhan perekonomian nasional khususnya pada sektor UMKM ke depan. Sinergi dan kolaborasi dalam holding ultra mikro ini juga akan memberikan keuntungan kepada tiga entitas, dalam hal ini BRI, Pegadaian dan PNM.

Dia mengatakan dengan terbentuknya sebuah ekosistem ultra mikro, maka akan memberikan value proposition kepada stakeholders termasuk pelaku usaha ultra mikro di Indonesia, di antaranya adalah pilihan produk keuangan yang lengkap dan terintegrasi, perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan melalui co-location dan Agen BRILink.

"Di samping itu, adanya integrasi data akan meningkatkan kemampuan cross selling maupun efisiensi bisnis, percepatan proses akuisisi nasabah melalui platform penjualan terintegrasi, penyediaan akses terhadap ekosistem micro payment & layanan keuangan beyond banking, serta meningkatkan pemberdayaan ultra mikro sehingga memudahkan untuk naik kelas," kata Catur dalam siaran resminya, Minggu (25/7/2021).

Sementara itu, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto berpendapat bahwa dengan hadirnya ekosistem yang kuat di segmen usaha tersebut, nantinya tak sekadar mengurusi soal penyaluran dana.

Manfaatnya lebih besar dari itu, kehadiran lembaga yang langsung di bawah payung badan usaha milik negara tersebut akan melakukan pemberdayaan pada para pelaku usaha. Selain itu, BUMN UMi dapat menghadirkan layanan bagi pelaku usaha yang memerlukan peningkatan keterampilan, termasuk perluasan bisnis secara daring.

"Nanti kalau dibentuk satu ekosistem, ada dana sehingga berbagai sisi bisa didorong. Namun yang lebih penting itu sebetulnya tidak hanya dari sisi pendanaan. Ada ekosistem, di dalamnya ada pembinaan maka ada percepatan untuk mereka terdigitalisasi. Tidak hanya digitalisasi, produknya juga ditingkatkan berkualitas itu akan cepat perkembangannya," ujarnya.

Integrasi yang kuat tersebut, menurut Eko akan didukung pula dengan adanya ekosistem kewirausahaan. Menurutnya, hal itu harus lebih ditonjolkan bagi pelaku usaha dari kalangan generasi muda agar bisnisnya bisa terus dikembangkan.

Harapannya pemberdayaan segmen usaha ultra mikro dan UMKM dengan integrasi ekosistem melalui BUMN UMi akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di masa depan.

"Ini saya rasa ekosistem ultra mikro bukan hanya sisi finance-nya dominan tapi juga ada pembinaan. Nanti perlu juga digabung dengan ekosistem kewirausahaannya. Dengan jalan tersebut saya rasa UMKM dan ultra mikro di Indonesia akan meningkat signifikan," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading