Holding Ultra Mikro Beri Efek Domino Penyerapan Tenaga Kerja

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
30 July 2021 16:00
Ilustrasi UMKM. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kehadiran Holding Ultra Mikro yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) diyakini memberikan efek domino pada penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Direktur Pusat Kajian Komunikasi dan Ekonomi Digital (Puskom Digi) Yama Sumbodo mengatakan dengan lahirnya Holding Ultra Mikro pasca aksi korporasi rights issue BRI, ke depan beragam produk layanan jasa keuangan akan mampu dihadirkan dengan jangkauan dan akses yang lebih luas. Dengan begitu pertumbuhan bisnis pelaku usaha kecil akan semakin masif dan kuat. Hal tersebut dinilai dapat berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja.

"Kehadiran holding [Ultra Mikro] yang baru ini tentu kita harapkan ada efek domino terhadap serapan tenaga kerja. UMKM tumbuh artinya skala bisnisnya makin besar, ada peluang untuk berkembang, baik dari sisi pengembangan usaha maupun tenaga kerjanya," kata Yama, Jumat (30/7/2021).


Holding Ultra Mikro segera terbentuk setelah RUPSLB digelar BBRI pada Kamis (22/07). BRI mendapatkan persetujuan rights issue dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dari mayoritas pemegang saham.

Dengan aksi korporasi ini pemerintah akan menyetorkan seluruh saham Seri B miliknya dalam PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) kepada BRI melalui mekanisme inbreng. Dana hasil dari aksi korporasi itu diantaranya akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan Holding Ultra Mikro.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Yama menyebut sekitar 97% tenaga kerja berada di sektor UMKM termasuk usaha ultra mikro di dalamnya. Dia pun merujuk data dari kementerian yang sama bahwa total kredit perbankan untuk sektor UMKM baru mencapai 19,97%.

Di sisi lain, 90% lebih usaha di Indonesia masih masuk dalam kategori kecil dan menengah. "Sehingga Holding Ultra Mikro ini diharapkan mengisi ruang-ruang yang belum dijamah lembaga-lembaga keuangan lain," ujar Yama yang juga dosen di Universitas Ibnu Khaldun itu.

Yama menambahkan, holding ini bakal menjadi jembatan bagi usaha ultra mikro maupun UMKM untuk naik ke level bisnis yang lebih tinggi alias naik kelas. Itu tak lepas dari pendekatan dan model bisnis yang akan dijalankan masing-masing perusahaan pelat merah tersebut.

Seperti diketahui, BRI, Pegadaian dan PNM dapat menyalurkan dana untuk pengembangan usaha, namun juga disertai pembinaan dan pemantauan keberhasilan usaha. Dia optimistis integrasi ini dapat meningkatkan kinerja dan sinergi perseroan yang terlibat. Bahkan, dia menilai holding tak akan menghilangkan keunikan produk dan fokus bisnis BRI, Pegadaian maupun PNM.

"Justru yang terjadi adalah perluasan akses pasar, konsumen, dan keuntungan. Kita harap UMKM terus tumbuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia.

"Satu lagi yang terpenting adalah kultur dan budaya yang selama ini terbangun di BRI, Pegadaian, dan PNM harus dipertahankan. Sudah solid. Tinggal diintegrasikan dan dibenahi aspek-aspek minornya," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading