Bitcoin cs Naik Lagi, Jangan Girang Dulu! Masalahnya Banyak

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 July 2021 10:53
Ilustrasi Bitcoin  (Photo by André François McKenzie on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) kembali menghijau pada perdagangan Minggu (25/7/2021), harga bitcoin bahkan melesat lebih dari 6%. Meski demikian jebloknya pasar kripto diprediksi belum akan berakhir, bahkan crypto winter masih terus menghantui.

Melansir data dari Refinitiv, bitcoin pagi ini melesat 6,08% ke US$ 34.468,5/koin. Penguatan bitcoin kemudian terpangkas, berada di US$ 34.072,38/koin atau menguat 4,58% pada pukul 8:43 WIB.

Di waktu yang sama, ethereum menguat 5,33% ke US$ 2.149,46/koin, ripple naik 1,9% ke US$ 0,5995/koin.


Sementara itu berdasarkan data dari Coin Market Cap, doge coin dan cardano dalam 24 jam terakhir naik tipis 0,46% US$ 0,1932/koin dan 0,04% ke US$ 1,21/koin.

Bitcoin, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar pada Selasa (20/7/2021) lalu ambrol lagi ke bawah US$ 30.000/koin, sebelum perlahan kembali bangkit. Meski demikian banyak analis memprediksi kemerosotan bitcoin dan pasar kripto masih belum akan berakhir.

idrFoto: Datawrapper

"Bitcoin digerakkan oleh sentimen serta minat terhadap risiko (risk appetite) pelaku pasar. Ketika sebuah aset yang digerakkan oleh faktor tersebut mulai menurun, maka ke depannya akan lebih mudah mengalami kemerosotan," kata Peter Hank, analis di DailyFX, sebagaimana dilansir Wall Street Journal (WJS)akhir Juni lalu.

Pernyataan Hank terbukti, bitcoin jeblok lagi ke bawah US$ 30.000 di pekan ini.

WJS mengutip Visual Capitalis menyebutkan sejak tahun 2021, bitcon sudah mengalami 14 kali aksi jual (selloff) yang membuatnya jeblok hingga 30%, enam kali anjlok 50%, dan tiga kali ambrol lebih dari 80%.

Semakin dalam bitcpon ambrol, maka setelahnya harga bitcoin akan cenderung mendatar dalam waktu yang panjang atau yang dikenal dengan crypto winter.

Pada Desember 2017 bitcoin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa US$ 19.458,19/koin, tetapi kurang dari 2 bulan malah ambrol 70%. Bitcoin kemudian mengalami crypto winter. Pada Desember 2018, bitcon menyentuh US$ 3.201/koin, dari rekor tertinggi ambrol 84%.

Bitcoin baru bisa bangkit dan melewati rekor tertinggi sepanjang masa pada akhir 2020 lalu, dan terus melesat setelahnya berkali-kali memecahkan rekor. Tertinggi, bitcoin mencapai US$ 64.899,97/koin pada 14 April lalu.

Dari rekor tersebut, bitcoin terus merosot hingga ke US$ 28.800/koin pada 22 Juni, artinya ambrol lebih dari 55% dari rekor tertinggi sepanjang masa.

Hank memprediksi bitcoin bisa merosot hingga ke US$ 20.000/koin, dan jika level tersebut ditembus maka crypto winter akan terjadi lagi.

"Saya pikir bitcoin hampir pasti akan terus mengalami pelemahan. Dengan level US$ 30.000 sudah dilewati, maka target selanjutnya ke US$ 20.000. Jika itu juga dilewati, maka crypto winter kan terjadi lagi," kata Hank.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Masalah Bitcoin tidak sekedar China atau Elon Musk

Masalah Bitcoin Tidak Sekadar China atau Elon Musk
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading