ATM Mulai Ditinggalkan, Bank Bersaing Genjot Layanan Digital

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 July 2021 09:25
Ilustrasi ATM Link Aja. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sementara itu, Direktur IT & Operasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Y.B Hariantono juga menyebutkan saat ini, perseroan juga mencatatkan kenaikan transaksi melalui digital banking.

Saat ini, tercatat 98% transaksi BNI sudah dilakukan melalui e-Channel, dan hanya 2% saja yang melalui kantor cabang.

BNI mencatat, sampai dengan kuartal pertama 2021, di segmen konsumer, tercatat ada peningkatan pengguna mobile banking sebesar 58% dengan nilai transaksi meningkat 33%. Sedangkan, frekuensi transaksi di segmen konsumer naik 50%.


Di segmen korporasi melalui BNI Direct, tercatat ada peningkatan jumlah pengguna sebesar 24% dengan kenaikan nilai transaksi sebesar 22,7% dan frekuensi transaksi sebesar 140%.

"Artinya, penggunaan channel elektronik meningkat pesat untuk industri kita baik dari sisi konsumer maupun perusahaan. Kami melihat dari angka pertumbuhan sudah terjadi dan meningkat signifikan. Pandemi jelas mendorong, angka selama pandemi naik secara drastis," kata YB Hariantono, dalam wawancara di program Money Talks, CNBC Indonesia, Rabu (23/6/2021).

Hariantono menilai, pandemi yang berlangsung lebih dari setahun ini menyebabkan terjadinya perubahan pengguna ke arah digital banking.

Kebiasaan ini diperkirakan juga akan terus berlanjut meskipun pandemi Covid-19 sudah berlalu.

"Kebiasaan orang sudah terbentuk, sudah menyukai channel ini, setelah pandemi kebiasaan orang akan tetap melakukan kebiasaan barunya, ini akan menjadi new habit. Sesuatu tren yang di-drive oleh pandemi," ujar Hariantono.

Layanan Digital Keniscayaan Bagi Bank
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading