CNBC Indonesia Economic Update

Antisipasi Tapering The Fed, BI Siapkan Semua Jurus Ini!

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
22 July 2021 16:55
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mewaspadai kemungkinan tapering yang akan dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (the Fed). Khususnya risiko terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam CNBC Economic Update dengan tema 'Kebangkitan Ekonomi Indonesia', Kamis (22/7/2021)

Perry menjelaskan, melihat kondisi ekonomi Amerika Serikat saat ini, tapering dimungkinkan baru terjadi pada kuartal I-2022. Sementara kenaikan suku bunga acuan mengikuti di akhir tahun.


Pasar juga membaca kondisi tersebut. Sehingga sudah mulai terjadi 'flight to quality' alias perilaku investor untuk mencari aset-aset yang lebih aman. Di mana ada kecenderungan mendorong dana dari negara berkembang ke luar. Sehingga mempengaruhi pergerakan nilai tukar.

"BI memastikan untuk terus menjaga pasar, stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai mekanisme pasar," ujarnya.



Sederet amunisi sudah siap digunakan. Mulai dari intervensi langsung di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sementara untuk jangka menengah panjang, pendalaman pasar keuangan terus dijalankan.

Terlihat, meski ada gejolak dari pasar keuangan global, nilai tukar rupiah tetap stabil. Memang ada pelemahan, namun lebih baik dibandingkan negara seperti Malaysia, Filipina dan Thailand.

"Kalau rupiah melemah itu masih terjaga dan lebih baik dari negara lain," ungkap Perry. Sampai pada 21 Juli 2021, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan rupiah mengalami pelemahan 0,29% dibandingkan Juni 2021 lalu.

BI juga berkoordinasi dengan pemerintah menjaga stabilitas di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Ketidakpastian tapering membawa pengaruh terhadap pasar SBN, sehingga beberapa waktu lalu sempat ada kenaikan yield. Namun lewat koordinasi tersebut, yield SBN bisa dijaga di level yang relatif rendah 6,2-6,3%.

"Kita akan terus berkoordinasi dengan erat demi menjaga stabilitas pasar dan nilai tukar rupiah. Termasuk juga dalam koordinasi KSSK," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading