Tambang Keluarga Hamami Mau Buyback Obligasi Rp 5,07 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 July 2021 11:30
Doc.ABM Investama

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten energi dan pertambangan batu bara, PT ABM Investama Tbk (ABMM) berencana untuk membeli kembali (buyback) obligasi dalam denominasi dolar senilai US$ 350 juta atau sekitar Rp 5,07 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.500 per US$.

Mengacu pengumuman yang disampaikan manajemen kepada Bursa Efek Indonesia, obligasi yang dibeli kembali itu merupakan surat utang lama perseroan yang diterbitkan pada Agustus 2017 dan 28 November 2017.

Rindra Donovan Sekretaris Perusahaan ABMM mengatakan, pada saat yang bersamaan dengan penawaran tender, ABMM juga berencana menawarkan surat utang senior berdenominasi US dollar yang akan jatuh tempo selambat-lambatnya pada tahun 2026.


"Tidak terdapat dampak khusus atas penyampaian informasi ini, mengingat penyampaian keterbukaan informasi ini merupakan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi berdasarkan POJK No. 31," ungkap Rindra, dalam keterangan resmi, Kamis (22/7/2021).

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan sampai denagn kuartal pertama tahun ini, ABMM tercatat membukukan laba bersih senilai US$ 25,89 juta dengan laba operasional sebesar US$ 48,63 juta. Pendapatan usaha tercatat sebesar US$ 210,89 juta.

Sementara itu, total aset perseroan mencapai US$ 916,29 juta yang terdiri dari liabilitas sebesar US$ 723,79 juta dan ekuitas sebesar US$ 212,06 juta.

ABM Investama merupakan perusahaan investasi yang 23,06% sahamnya dimiliki oleh PT Tiara Marga Trakindo. Adapun PT Tiara Marga Trakindo didirikan oleh mantan pengusaha kawakan Achmad Hadiat Kismet (AHK) Hamami (yang sudah meninggal dunia pada 29 November 2019) dan saat ini kepemilikannya masih dikuasai oleh keluarga Hamami.

Pada perdagangan Kamis ini, saham ABMM terpantau melemah sebesar 2,97% ke level Rp 1.145 per saham denagn nilai kapitalisasi pasar Rp 3,15 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading