Gelar RUPS, Elnusa Lakukan Perubahan Direksi & Komisaris

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
21 July 2021 17:05
Elnusa (Dok. Elnusa)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Elnusa Tbk (ELSA) melakukan perombakan direksi pada rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar Rabu (21/7/2021). Selain itu dilakukan pula perubahan pada susunan dewan komisaris perusahaan.

Dari hasil RUPS tersebut, ada dua anggota direksi yang telah menyelesaikan satu periode masa jabatannya yakni Direktur Keuangan Hery Setiawan dan Direktur Pengembangan Usaha merangkap Direktur Operasi Arief Riyanto. Kemudian memberhentikan Antonius Ratdomopurbo selaku komisaris karena beralih ke jabatan fungsional.

Selain itu dilakukan pengangkatan direksi, ditetapkan Rony Hartanto sebagai Direktur Operasi. Kemudian mengusulkan jabatan rangkap untuk Direktur Keuangan dan Direktur Pengembangan Usaha yang masih dalam proses penyetujuan dan penetapan pejabat. Rangkap Jabatan ini berakhir saat pengangkatan RUPS pejabat definitif.


Direktur SDM dan Umum merangkap sebagai Direktur Keuangan, Direktur Operasi merangkap Direktur Pengembangan Usaha. Selain itu perubahan dewan komisaris ELSA mengangkat Wakhid Hasyim sebagai Komisaris, Lusiaga Levi Susila sebagai Komisaris Independen periode kedua.

Sebanyak 3,74 miliar pemegang saham atau 94,23% menyetujui usulan dalam mata acara ini.

Dengan begitu susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT Elnusa Tbk :

Direksi:

Direktur Utama : Ali Mundakir
Direktur Operasi merangkap Direktur Pengembangan Usaha: Rony Hartanto
Direktur SDM &Umum merangkap Direktur Keuangan : Tenny Elfrida

Dewan Komisaris: 


Komisaris Utama : Agus Prabowo
Komisaris : Wakhid Hasyim
Komisaris Independen: Lusiaga Levi Susila
Komisaris Independen: Anis Baridwan

Dalam RUPS ini perusahaan juga memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp 74,72 miliar kepada pemegang sahamnya, atau setara 30% dari total laba di tahun 2020 senilai Rp 249,08 miliar. Dengan begitu jumlah dividen per saham yang dibagikan senilai Rp 10,239.

Selain itu penggunaan laba juga digunakan untuk cadangan wajib sebesar 4% atau senilai Rp 9,96 miliar, dan saldo laba ditahan sebesar Rp 164,39 miliar atau 66%. Ali mengatakan cadangan wajib ditetapkan 4% karena perusahaan telah memenuhi cadangan wajib yang harus dicadangkan, sehingga tahun ini penetapannya pada nilai tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading