Elnusa Tebar Dividen Rp 74,72 M, Setiap Saham Dapat Rp 10,24

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
21 July 2021 15:47
Elnusa (Dok. Elnusa)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Elnusa Tbk (ELSA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp 74,72 miliar kepada pemegang sahamnya, atau setara 30% dari total laba di tahun 2020 senilai Rp 249,08 miliar. Dengan begitu jumlah dividen per saham yang dibagikan senilai Rp 10,239.

Selain itu penggunaan laba juga digunakan untuk cadangan wajib sebesar 4% atau senilai Rp 9,96 miliar, dan saldo laba ditahan sebesar Rp 164,39 miliar atau 66%. Ali mengatakan cadangan wajib ditetapkan 4% karena perusahaan telah memenuhi cadangan wajib yang harus dicadangkan, sehingga tahun ini penetapannya pada nilai tersebut.

"Kami memberikan apresiasi dan kompensasi atas kinerja perseroan tahun 2020 meskipun aba terkoreksi di 2020, namun kami berusaha memberikan deviden yang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya," kata Direktur Utama Elnusa Ali Mundakir saat RUPS, Rabu (21/7/2021).


Besarnya dividen yang menjadi hak pemegang sahm wajib disetorkan kepada pemegang saham selambat-lambatnya 30 hari setelah ditentukan pada RUPS ini. Untuk persetujuan dividen ini sebanyak 99,99% pemegang saham memberikan suara setuju atau sebenyak 3,96 miliar pemegang saham.

Sebelumnya, menurut laporan keuangan perusahaan, ELSA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 7,73 triliun pada 2020, turun sebesar 7,85% dari Rp 8,38 triliun pada tahun sebelumnya. Pada 2020 laba bersih turun 30,12% menjadi Rp 249,08 miliar dari Rp 356,47 miliar pada 2019.

Pendapatan ELSA pada 2020 berasal dari pihak ketiga dan pihak berelasi. Untuk pihak ketiga, jasa distribusi dan logistik energi menyumbang Rp 1,15 triliun. Kemudian, jasa hulu migas terintegrasi mencatatkan kontribusi sebesar Rp 336,04 miliar. Ketiga, dari jasa penunjang migas pendapatan tercatat sebesar Rp 171,98 miliar.

Sebelumnya perusahaan juga mengungkapkan hingga Juni 2021, perusahaan telah membukukan realisasi kontrak kerja konsolidasi senilai Rp 6,5 triliun hingga Juni 2021, jumlah ini setara dengan 75% dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2021. Hingga akhir tahun perusahaan optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan terutama dengan naiknya rata-rata harga minyak Indonesia (ICP) yang membuka peluang investasi di sektor hulu.

"Situasi yang masih belum kondusif dan berdampak pada perekonomian juga berdampak pada kinerja ELSA. Semester II kami harap bisa mengejar target tersebut, karena naiknya harga ICP semoga menjadi peluang dibukanya keran investasi di bidang hulu migas oleh K3S," kata Corporate Secretary ELSA Ari Wijaya saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (12/7/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading