Lawan Gravitasi akibat Corona Delta, Bursa Eropa Melesat

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 July 2021 16:55
The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Jakarta, CNBC Indonesia - Ambrolnya bursa saham Asia pada perdagangan Selasa (20/7/2021) tidak berpengaruh pada bursa saham Eropa. Beberapa indeks utama Benua Biru justru melesat, bangkit dari keterpurukan di awal pekan.

Indeks FTSE 100 Inggris melesat lebih dari 1% ke 6913,22, kemudian DAX 30 Jerman menguat 0,84%. Dam CAC 40 Prancis memimpin 1.1% ke 6364,6.

Bursa saham Eropa pada perdagangan Senin kemarin merosot tajam bersama bursa saham AS (Wall Street). Sebabnya, kecemasan akan melambatnya ekonomi akibat penyebaran virus corona varian delta.


Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup di 33.962,04, anjlok 2,09%. Sementara S&P 500 finis di 4.258,49 (-1,59%) dan Nasdaq Composite berakhir di 14.274,98 (-1,06%). Ambolnya kiblat bursa saham dunia tersebut membuat bursa Asia terseret hari ini. Indeks Nikkei Jepang memimpin pelemahan sebesar 1%.

Meski demikian, Bursa Eropa mampu bangkit pada hari ini, artinya sentimen pelaku pasar perlahan-lahan pulih kembali.

Kenaikan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) kini tidak hanya terjadi di Asia dan Eropa, Amerika Serikat juga ikut mengalaminya.

Data dari Pusat Pengendalian dan Kontrol Penyakit (CDC) menunjukkan rata-rata penambahan kasus di AS dalam 7 hari terakhir sebanyak 26.000 orang, dua kali lipat lebih tinggi ketimbang satu bulan lalu.

Presiden AS Joseph "Joe" Biden, mengatakan penyebaran terjadi di negara bagian yang vaksinasi berjalan lambat.

"Jadi tolong, tolong segera vaksinasi," kata Biden sebagaimana dilansir Reuters.

Pelaku pasar khawatir lonjakan kasus Covid-19 akan membuat perekonomian global kembali merosot. Sementara inflasi saat ini sedang tinggi, sehingga disebut stagflasi.

"Ketakutan akan stagflasi menjadi kekhawatiran utama investor ketika kasus Covid-19 melonjak dan membuat perekonomian melambat sementara inflasi tetap menanjak," kata Peter Essele, kepala manajemen investasi di Commonwealth Financial Network, sebagaimana dilansir CNBC International, Senin (19/7/2021).

TIM RISER CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading