Digantung Nasib PPKM Mikro Darurat, Rupiah Akhirnya Melemah

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
19 July 2021 16:35
foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah akhirnya melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) di perdagangan pertama pekan ini. Sentimen pelaku pasar yang sedang memburuk, membuat rupiah tertekan. Sementara itu rupiah semakin sulit untuk menguat sebab belum ada kepastian apakah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat akan diperpanjang atau tidak, jika diperpanjang berapa lama?

Pada Senin (19/7/2021), rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp 14.515/US$, melemah 0,14% di pasar spot, melansir data Refintiv. Sebelumnya, rupiah sempat menguat 0,03%, kemudian melemah 0,24% ke Rp 14.530/US$.

Rupiah merupakan aset emerging market, sehingga ketika sentimen pelaku pasar memburuk menjadi kurang menarik dan lebih memilih aset safe haven seperti dolar AS.


Memburuknya sentimen pelaku pasar terjadi akibat tanda-tanda melambatnya pemulihan ekonomi khususnya di wilayah Asia akibat penyebaran virus corona varian delta.

China, sebagai motor penggerak ekonomi Asia dan dunia mengalami pelambatan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Data yang dirilis dari China pada pekan lalu menunjukkan PDB di kuartal II-2021 tumbuh 7,9%, sedikit lebih rendah dari prediksi para ekonomi yang disurvei Reuters sebesar 8,1%, dan pertumbuhan 18,3% di kuartal sebelumnya.

Biro Statistik China mengatakan pertumbuhan ekonomi China masih kuat dan berkelanjutan, tetapi masih ada risiko dari penyebaran virus corona secara global serta pemulihan ekonomi yang "belum berimbang" di dalam negeri.

Alhasil, bursa saham Asia jeblok. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin kemerosotan sebesar 1,8%, disusul Nikkei Jepang 1,12%. Bursa saham lainnya, kecuali Shanghai Composite juga melemah signifikan. Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah 0,9%.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Menanti Nasib PPKM Mikro Darurat, dan Tapering

Menanti Nasib PPKM Mikro Darurat, dan Tapering
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading