Top Gainers

Berkah Allo Bank, Saham Bank CT Tembus ARA! Bank Salim Ikutan

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
05 July 2021 16:43
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Chairman CT Corp Chairul Tanjung dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank milik Mega Corpora yang dikendalikan pengusaha nasional Chairul Tanjung, PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), yang baru saja resmi berganti nama menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk melesat hingga menyentuh batas atas pada penutupan perdagangan sesi II, Senin ini (5/7).

Begitu pula dengan saham perbankan yang dikuasai taipan Anthoni Salim PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) juga ditutup melonjak di zona hijau hari ini kendati tak sampai dua digit kenaikannya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBHI menjadi top gainers hari ini setelah melejit dan menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 24,86% ke Rp 4.320/saham.


Nilai transaksi BBHI hari ini mencapai Rp 141,7 miliar. Dalam sepekan saham ini melesat 44,48%, sementara dalam sebulan 'terbang' 220,00%.

Sentimen terbaru yang mempengaruhi pergerakan saham ini ialah BBHI yang telah resmi mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan perubahan nama menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk yang berlaku sejak 30 Juni 2021.

Langkah ini dalam rangka rebranding setelah perseroan menjadi bagian dari Kelompok Usaha Bank (KUB) di bawah pengendalian PT Mega Corpora bersama dengan PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan PT Bank Mega Syariah yang akan melengkapi jasa perbankan yang ditawarkan oleh kelompok usaha di bawah CT Group.

Saat ini perusahaan juga telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan surat OJK No.S-104/D.04/2021 tanggal 30 Juni 2021 Perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran yang akan meningkatkan permodalan perseroan sekitar Rp 7,498 triliun.

Dana rights issue akan digunakan untuk pemenuhan modal inti minimum bank yang akan memberikan kemampuan Allo Bank untuk mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi yang yang dikenal sebagai digital bank.

Sementara, saham BINA melesat 5,05% ke posisi Rp 5.725/saham dengan nilai transaksi Rp 29,47 miliar. Saham BINA berhasil rebound setelah terkoreksi 2,24% pada Jumat (2/7) pekan lalu.

Sebagai informasi, pada Kamis (1/7) pekan lalu saham ini sempat disuspensi oleh pihak bursa seiring kenaikan harga akumulatif yang signifikan. Saham ini sempat melaju kencang di zona hijau selama 10 hari beruntun, yakni pada 11-24 Juni.

Dalam sepekan saham BBHI mencuat 10,63%, sedangkan dalam sebulan membumbung tinggi 222,54%.

Kenaikan saham BINA akhir-akhir ini didorong oleh kabar terbaru perusahaan yang berencana melakukan rights issue. Dalam rights issue tersebut, BINA akan melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Dengan disetujuinya rights issue ini, Anthony Salim, selaku ultimate shareholder berpeluang menambah porsi kepemilikan sahamnya pada Bank Ina.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diborong Asing, Saham Allo Bank To The Moon Naik 12%


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading