Emtek Suntik Grab, Astra Inject AstraPay, Ini Gerak Sahamnya!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
05 July 2021 12:50
Peresmian Grab Tech Center di Jakarta (Dok. Grab)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua grup konglomerasi di Tanah Air mulai gencar menambah investasi di perusahaan digital yang menjadi portofolio bisnisnya. Kedua grup ini yakni emiten media Grup Emtek milik keluarga Sariatmadja, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT Astra International Tbk (ASII) milik Grup Jardine Matheson.

Dalam waktu bersamaan yakni 30 Juni, keduanya menambah investasi di perusahaan incarannya. Emtek menyuntik PT Grab Teknologi Indonesia (GTI) senilai Rp 3,08 triliun atau setara US$ 210 juta melalui penerbitan saham baru GTI sejumlah 311,27 juta saham.

Sementara, grup Astra melakukan penambahan modal ke PT Astra Digital Arta atau AstraPay sebesar Rp 195,54 miliar yang dilakukan lewat pengambilan saham baru oleh anak usaha Astra yakni PT Federal International Finance (FIF) dan PT Sedaya Multi Investama (SMI) pada 30 Juni 2021.


Transaksi ini mengakibatkan adanya perubahan persentase kepemilikan saham di AstraPay.

Grab

Manajemen Emtek, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan transaksi suntikan modal itu dilaksanakan pada 30 Juni 2021 dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham ke GTI.

Grab Teknologi Indonesia (GTI) adalah perusahaan aplikasi pengelola GrabCar, GrabBike, GrabFood, GrabMart, Layanan Grosir, GrabFresh, Grab for Business, GrabHealth, dan Indonesia Bus Marketplace.

Perseroan sebelumnya telah memiliki saham sejumlah 244,57 juta saham atau senilai Rp 244,57 miliar atau setara dengan Rp 2,68% dari modal dan disetor dan ditempatkan PT GTI atau menjadi 2,59% setelah penempatan saham.

"Setelah penempatan saham, perseroan memiliki 5,88% dari total modal disetor dan ditempatkan pada PT GTI," tulis Corporate Secretary Emtek, Titi Maria Rusli, dikutip Senin ini (5/7/2021).

Manajemen Emtek menjelaskan, pertimbangan dilakukannya transaksi ini untuk mendukung kegiatan usaha utama dan memperkuat posisi perseroan sebagai perusahaan teknologi dan digital dan memperkaya ekosistem digitalnya.

Adapun, pengaruh transaksi pada kondisi keuangan, penempatan saham ini akan mengurangi jumlah kas dan setara kas perseroan. Akan tetapi, transaksi ini akan meningkatkan investasi jangka panjang perseroan.

Nilai transaksi ini setara 24,9% dari total ekuitas perseroan mengacu laporan keuangan audit yang berakhir 31 Desember 2020.

Tak hanya itu, transaksi ini juga mendapat penilaian wajar dari KJPP FAST pada 25 Juni 2021. Nilai transaksi tersebut masih dalam batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari nilai pasar penempatan saham adalah hal yang wajar bagi perseroan.

AstraPay

Astra melakukan penambahan modal ke AstraPay lewat pengambilan saham baru oleh anak usaha Astra yakni FIF dan PT Sedaya Multi Investama (SMI) pada 30 Juni 2021.

"Transaksi ini tidak berpotensi mengakibatkan terganggunya kelangsungan usaha perseroan," tulis manajemen Astra, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (5/7/2021).

Transaksi ini yakni AstraPay menerbitkan saham baru sebanyak 1.955.350 dengan nilai nominal per saham sebesar Rp 100.000 dan diambil bagian oleh FIF sebanyak 398.500 saham dan SMI sebanyak 1.556.850 saham.

Maka setelah transaksi saham AstraPay dipegang oleh SMI sebesar 72,75%, FIF menjadi 25%, dan Koperasi Federal International Finance 2000 sebesar 2,25%.

Sebelumnya saham AstraPay hanya dipegang oleh FIF sebesar 97,5% dan Koperasi FIF 2000 sebanyak 2,5%.

Nilai transaksi sebesar Rp 195.535.000.000, yang terbagi atas Rp 39,85 miliar yang dibayarkan oleh FIF, dan Rp 155,69 miliar yang dibayarkan oleh SMI. "Transaksi dilakukan pada tanggal 30 Juni 2021," tulis manajemen Astra.

Transaksi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan dukungan keuangan kepada AstraPay, yang akan digunakan oleh AstraPay untuk keperluan umum korporasi.

"Bagi FIF dan SMI, pelaksanaan transaksi dapat memberikan manfaat finansial berupa dividen sebagai imbal hasil investasi di AstraPay," tulis manajemen Astra.

Dari pasar modal, kedua saham ini bergerak berlawanan di penutupan sesi I Senin ini (5/7). Saham EMTK ditutup naik 0,40% di Rp 2.500/saham, dengan kenaikan sebulan terakhir 9,17% akumulatif. Nilai transaksi saham EMTK mencapai Rp 47 miliar dengan volume perdagangan 18,65 juta saham.

Adapun saham ASII turun 0,80% di Rp 4.960/saham dengan koreksi sebulan terakhir akumulatif sebesar 5,52%. Nilai transaksi saham ASII mencapai Rp 58 miliar dengan volume perdagangan 11,51 juta saham.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading