Resmi Ganti Nama Jadi Allo Bank, Saham Bank Milik CT Ngamuk!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
05 July 2021 10:24
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Chairman CT Corp Chairul Tanjung saat menghadiri acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih 'bingung' menentukan pergerakannya, sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga tertinggi di bursa pada awal perdagangan pagi ini, Senin (5/7/2021).

Salah satu saham yang menjadi top gainers pagi ini ialah saham emiten perbankan Bank milik PT Mega Corpora yang dikendalikan pengusaha nasional Chairul Tanjung, PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) yang baru saja resmi berganti nama menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk.

Data BEI mencatat, saham Allo Bank melesat 16,76%, ke Rp 4.040, dengan transaksi Rp 64,3 miliar. Saham BBHI melanjutkan penguatan sejak Jumat (2/7) pekan lalu, ketika ditutup melesat 9,49% ke Rp 3.460/saham.


Dalam sepekan saham ini melejit 34,78%, sementara dalam sebulan 'terbang' 198,52%.

Sentimen terbaru yang mempengaruhi pergerakan saham ini ialah BBHI yang telah resmi mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan perubahan nama menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk yang berlaku sejak 30 Juni 2021.

Direktur Allo Bank, Arief Tendeas dan Sekretaris Perusahaan Allo Bank, Kemal Suteja Sindi dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan persetujuan itu berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Nomor 1 tanggal 2 Juni 2021 yang dibuat di hadapan Dharma Akhyuzi SH, notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM).

Keputusan itu bernomor AHU-0031692.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 2 Juni 2021.

Keduanya menyatakan, saat ini perseroan sedang dalam pengurusan penggantian logo yang selanjutnya setelah diperolehnya persetujuan dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM.

Langkah ini dalam rangka rebranding setelah perseroan menjadi bagian dari Kelompok Usaha Bank (KUB) di bawah pengendalian PT Mega Corpora bersama dengan PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan PT Bank Mega Syariah yang akan melengkapi jasa perbankan yang ditawarkan oleh kelompok usaha di bawah CT Group.

Saat ini perusahaan juga telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan surat OJK No.S-104/D.04/2021 tanggal 30 Juni 2021 Perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran yang akan meningkatkan permodalan perseroan sekitar Rp 7,498 triliun.

Dana rights issue akan digunakan untuk pemenuhan modal inti minimum bank yang akan memberikan kemampuan Allo Bank untuk mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi yang yang dikenal sebagai digital bank.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Bank Digital Rontok, Allo Bank Mendaki 'Pucuk Dingin'


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading