Saat Kripto Titan Hancur Lebur Jadi Peringatan untuk Bitcoin

Market - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
29 June 2021 06:50
Ilustrasi Bitcoin  (Photo by Cedrik Wesche on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aset titan menjadi perhatian pelaku pasar karena harganya anjlok ke ke US$ 0 pada Kamis (17/6/2021) lalu. Pada Minggu (27/6/2021) harga Titan berada di US$ 0,0000000456.

Titan merupakan token DeFi buatan Iron Finance, yang beroperasi di jaringan Polygon. Ambrolnya Titan juga memakan korban investor kawakan, Mark Cuban.

"Saya juga terpukul, sama seperti yang lainnya," kata Cuban melalui Twitternya.


Kepada CNBC International, Cuban mengatakan ambrolnya Titan hingga ke US$ 0 akibat bisnis yang dijalankan dengan buruk. Menurutnya, orang orang gagal memahami bahwa DeFi adalah sebuah bisnis sama seperti yang lainnya.

Aset kripto memiliki volatilitas yang ekstrim. Namun nilai aset kripto yang anjlok hingga 100% seperti dialami Titan, yang dikatakan terjadi akibat panic selling, sangat jarang terjadi.

Selanjutnya pada hari yang sama dengan amblesnya Titan, Bitcoin hanya turun 2%. Meskipun belakangan harganya merosot lebih dalam, di mana Bitcoin sempat ambrol ke bawah US$ 30.000/koin pada 22 Juni lalu atau lima hari setelah titan hangus.

Meski demikian, pergerakan Titan dikatakan tidak bisa digunakan untuk memperkirakan Bitcoin. Sebab, Titan bukan merupakan mata uang kripto melainkan token DeFi.

Selanjutnya untuk Bitcoin memiliki blockhain sendiri, di mana mata uang kripto tersebut berada di layer satu. Sementara token seperti titan berada di atas layer satu blockchain, yang karakterisitiknya lebih mirip dengan surat berharga, yang berkaitan dengan penggalangan dana, serta memberikan hak suara pada pemiliknya.

Salah satu yang membuat token seperti titan rapuh adalah tidak memiliki blockchain sendiri. Apalagi, jaringan Polygon merupakan protokol baru dirilis tahun ini.

"Anda tidak bisa membandingkan proyek yang baru saja berkembang dengan blockchain lain yang sudah super, super terstruktur dan sudah ada dalam waktu yang lama," kata Chief Operating Officer di UnifyIT, Jorge Cortes, organisasi spesialis pengembangan proyek berbasis blockchain.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Elon Musk Si Biang Kerok, Harga Bitcoin Turun Lagi


(yun/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading