Geser Iqbal Latanro, Eks Bos Taspen Jadi Komisaris Pefindo

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
24 June 2021 14:33
Dok Pefindo

Jakarta, CNBC Indonesia - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) lembaga rating nasional, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merombak susunan pengurus perusahaan dengan mengangkat komisaris baru.

Rapat tersebut menyetujui pengangkatan Iman Firmansyah sebagai anggota Dewan Komisaris Pefindo periode 2020-2024.

Iman Firmansyah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Investasi pada PT Taspen (Persero).


Iman Firmansyah diangkat untuk jabatan Komisaris Pefindo menggantikan Iqbal Latanro yang mengundurkan diri karena diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Sementara itu, Darsono yang habis masa jabatannya sebagai Komisaris Utama Pefindo pada penutupan RUPST 2021 diangkat kembali oleh pemegang saham untuk menduduki posisi Komisaris Utama Pefindo untuk periode 2021-2025.

Berikut ini susunan terbaru Dewan Komisaris Pefindo:

  • Komisaris Utama : Darsono
  • Komisaris : Bambang Indiarto
  • Komisaris : Iman Firmansyah

Selain itu, RUPST juga menyetujui laporan tahunan perseroan dan mengesahkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun buku 2020.

Pada tahun 2020, Pefindo mencatatkan pendapatan sebesar Rp 79,46 miliar dan membukukan laba bersih sebesar Rp 26,97 miliar di tengah kondisi ketidakpastian akibat pandemi virus Covid-19.

Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra menyampaikan, kontribusi pendapatan Pefindo berasal dari jasa pemeringkatan yang meliputi pemeringkatan surat utang, pemeringkatan korporasi dan pemantauan.

Sepanjang tahun 2020, perusahaan telah melakukan pemeringkatan surat utang senilai Rp 81,1 7 miliar. Jumlah ini turun dibandingkan dengan tahun 2019 senilai Rp 122,15 miliar.

Walaupun mengalami penurunan atas kegiatan pemeringkatan, Pefindo masih menguasai 84,02% pangsa pasar pemeringkatan surat utang di tanah air.

Saat ini Pefindo dimiliki oleh 86 pemegang saham institusi dengan pemegang saham utama antara lain PT Bursa Efek Indonesia (32,378%), Dana Pensiun Bank Indonesia (22,697%), Dana Pensiun Pertamina (10,34%), PT Taspen (9,13%), PT Danareksa Sekuritas (7,76%) dan PT Sinarmas Sekuritas (3,5%).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading