RUU BUMN

Pak Erick, Wacana National Holding Company BUMN Muncul Lagi!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 June 2021 09:37
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 (Tangkapan Layar Youtube Bappenas RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng mendorong dilakukannya konsolidasi BUMN dan dibentuknya National Holding Company untuk membawahi banyak sektor yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.

Hal ini, kata dia, perlu diputuskan dalam waktu dekat, terutama dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMN yang baru, mengingat perlunya waktu persiapan pembentukan holding ini yang cukup panjang.

Pernyataan ini disampaikan Tanri dalam Rapat Panja Penyusunan Naskah Akademis dan RUU tentang BUMN dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/6/2021).


DPR RI memang tengah merevisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lantaran UU yang sekarang sudah berusia 17 tahun, dan dinilai tak lagi sesuai dengan kondisi yang ada saat ini

Dalam kesempatan ini Tanri diundang sebagai salah satu pakar yang memberikan masukan. Tanri adalah Menteri Negara Pendayagunaan BUMN periode Maret 1998-Oktober 1999 ini, mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

"Saran saya kalau menurut saya sebaiknya sudah ada jadwal untuk melakukan konsolidasi BUMN ini melalui National Holding Company di mana di bawahnya nanti ada sektoral holding yang dikelola secara profesional, itu saran saya yang utama," kata Tanri, Rabu kemarin.

"Jadi kalau bisa masuk di UU saya tidak tau, tapi kita harus masuk ke sana potensi BUMN kita masih luar biasa tapi sangat rancu pengelolaannya sekarang ini," imbuhnya lagi.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa perlu dilakukan penutupan BUMN yang saat ini sudah tidak beroperasi.

"Sebenarnya memang sudah harus, kuburannya sudah ada cuma belum dikubur."

Penutupan BUMN yang sudah tak beroperasil ini ditujukan agar Kementerian BUMN bisa berfokus pada perusahaan yang saat ini memiliki prospek baik, sehingga bisa melakukan penempatan sumber daya manusia yang baik dengan memberikan tanggungjawab yang sesuai untuk menjalankan perusahaan.

"Mana yang kita fokus ini badan usaha yang kita fokus, bagaimana manajemennya, bagaimana penempatan authority dan resposiblity-nya supaya dia bertanggungjawab dan jangan bongkar pasang," tegasnya.

Sebelumnya wacana National Holding Company BUMN ini sudah lama mengemuka era 2017-an. Bahkan Tanri dalam kesempatan sebelumnya juga sudah mengungkapkan ide holding BUMN sebenarnya ada sejak Kementerian BUMN dibentuk pada zaman Presiden Soeharto.

Adapun di era Menteri BUMN Erick Thohir saat ini sudah terbentuk beberapa holding BUMN, di antaranya Holding BUMN Farmasi, Holding BUMN Pertambangan, Holding BUMN Perkebunan, Holding BUMN Migas, dan Holding BUMN Penjaminan dan Perasuransian.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading