Gainers-Losers

Saham BRMS 'Digoreng' Kabar Salim Masuk, BHIT-KAEF Ambles!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
23 June 2021 13:03
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bakal memulai uji coba produksi di tambang emasnya Citra Palu, Palu. (Dok. BUMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten pertambangan Grup Bakrie PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil menjadi top gainers, pada sesi I siang ini, Rabu (23/6/2021), seiring beredar kabar di kalangan pelaku pasar soal masuknya Grup Salim ke saham tersebut.

Sementara, saham emiten holding Grup MNC PT MNC Investama Tbk (BHIT) dan saham emiten farmasi pelat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tersungkur di zona merah sebagai top losers.

Setelah sempat melonjak dan menembus level psikologis 6.100, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah cenderung flat siang ini. IHSG turun sangat tipis 0,190 poin ke posisi 6.087,652 pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (23/6).


Menurut data BEI, ada 245 saham naik, 209 saham merosot dan 155 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,45 triliun dan volume perdagangan mencapai 13,45 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 292,54 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp1,04 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (23/6).

Top Gainers

  1. Limas Indonesia Makmur (LMAS), saham +34,62%, ke Rp 175, transaksi Rp 14,6 M

  2. Mega Manunggal Property (MMLP), +20,39%, ke Rp 620, transaksi Rp 40,8 M

  3. Bumi Resources Minerals (BRMS), +18,89%, ke Rp 107, transaksi Rp 264,9 M

  4. Sentral Mitra Informatika (LUCK), +12,84%, ke Rp 246, transaksi Rp 24,1 M

  5. Bank QNB Indonesia (BKSW), +12,73%, ke Rp 186, transaksi Rp 22,6 M

Top Losers

  1. MNC Investama (BHIT), saham -6,93%, ke Rp 94, transaksi Rp 44,6 M

  2. Diagnos Laboratorium Utama (DGNS), -6,82%, ke Rp 1.230, transaksi Rp 27,5 M

  3. Kimia Farma (KAEF), -6,58%, ke Rp 2.840, transaksi Rp 44,2 M

  4. MNC Kapital Indonesia (BCAP), -5,04%, ke Rp 132, transaksi Rp 9,8 M

  5. Itama Ranoraya (IRRA), -4,83%, ke Rp 1.675, transaksi Rp 29,2 M

Menurut data di atas, saham BRMS melonjak 18,89% ke Rp 107/saham. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp 264,9 miliar, menjadi salah satu saham dengan nilai transaksi terbesar di bursa hingga siang ini.

Saham BRMS melanjutkan kenaikan pada perdagangan kemarin ketika terkerek 4,65% ke Rp 90/saham. Kenaikan harga saham ini hari ini seiring kabar pasar soal bakal masuknya Grup Salim di saham emiten yang melantai di bursa sejak 2010 tersebut.

Sebenarnya isu tersebut sudah terdengar sejak beberapa bulan lalu.

Menurut pemberitaan CNBC Indonesia, 21 Mei lalu, menanggapi isu tersebut Direktur perusahaan Herwin W. Hidayat kala itu menyebutkan masih memantau pelaksanaan rights issue perusahaan.

"Kami belum mengetahui informasi tsb. Saat ini fokus kami adalah utk menyelesaikan lap keuangan periode 31 Dec 2020 dan memonitor periode pelaksanaan rights issue perusahaan," kata Herwin kepada CNBC Indonesia bulan lalu.

Sebagai informasi, perusahaan menggelar rights issue pada April lalu. Usai rights issue, menurut keterbukaan informasi di website BEI pada 9 April 2021, terdapat investor baru BRMS, yakni sebuah perusahaan asal Kepulauan Cayman Emirates Tarian Global Ventures SPC, yang menggenggam 10,91% saham BRMS dari sebelumnya nihil alias 0%.

Sementara, menurut data per 31 Mei 2021, Emirates Tarian memiliki 12,33% saham BRMS.

Berbeda nasib, saham BHIT ambles hingga auto rejection bawah (ARB) 6,93% ke Rp 94/saham, melanjutkan tren pelemahan sejak 2 hari lalu. Dengan ini saham BHIT anjlok 12,96% dalam sepekan.

Kemudian, saham KAEF tersungkur hingga ARB 6,58%, setelah 2 hari sebelumnya melonjak tinggi di zona hijau. Dalam sepekan saham ini masih melejit 14,98%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Emiten Pengembang Lido Jawara, Giliran Duo Baja Merana


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading