Kena Prank! Duh, Saham Farmasi Tumbang Berjamaah

Market - Putra, CNBC Indonesia
23 June 2021 11:18
Warga menjalani test antigen untuk mendeteksi Covid-19 di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta, Selasa (8/6). Satu RT di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur, yakni RT 11, menerapkan lockdown atau penguncian wilayah sementara usai 22 warga dinyatakan positif covid-19.kasus aktif Covid-19 di wilayah RT 11/09 tersebut berasal dari klaster keluarga, namun ada kemungkinan besar juga berasal dari klaster kerumunan mengingat di wilayah tersebut terdapat taman yang digunakan oleh para warga secara bebas dalam beraktivitas. Dalam menangani kasus aktif Covid-19 di wilayah tersebut, pihaknya tak hanya menerapkan mikro-lockdown. Namun juga turut mendistribusikan bantuan-bantuan terhadap warga yang terdampak agar dapat melewati masa pandemi Covid-19. Puluhan warga yang positif itu kini menjalani isolasi di berbagai tempat. Bagi yang bergejala, dibawa ke rumah sakit, sisanya menjalani isolasi di Wisma Atlet dan rumah masing-masing.a (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Saham-saham farmasi serta sektor pendukungnya kembali terpaksa tumbang pada perdagangan sesi I, hari ini Rabu (23/6/2021) setelah 2 hari sebelumnya melesat.

Data BEI mencatat, dari 8 saham farmasi raksasa dengan likuiditas perdagangan yang mumpuni 7 di antaranya tumbang ke zona merah bahkan beberapa diantaranya ambruk ke level terendah yang diijinkan oleh regulator alias ARB (auto reject bawah, 7%) dan hanya satu yang stagnan.

Simak gerak saham farmasi pada perdagangan hari ini, mengacu data BEI awal sesi I:


Tercatat koreksi pada perdagangan hari ini dipimpin oleh anak usaha KAEF yakni PT Phapros Tbk (PEHA) yang terkoreksi parah 6,82% ke level ARB dan diperdagangkan di harga Rp 1.230/unit.

Selanjutnya saham farmasi lain dengan koreksi yang parah yakni PT Pyiridam Farma Tbk (PYFA) juga ambruk ke level ARB di angka 6,70% dan diperdagangkan di harga Rp 1.045/unit.

Selanjutnya salam distributor jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) juga terkoreksi bersama dengan saham farmasi dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang ambruk masing-masing 3,41% dan 2,46%.

Sedangkan perusahaan farmasi Pelat Merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) terkoreksi juga 2,30% dan PT Indofarma Tbk (INAF) menjadi satu-satunya saham farmasi yang stagnan dan tidak terkoreksi. Sebelumnya saham INAF terkerek sentimen positif obat terapi Covid-19 Ivermectin.

Koreksi saham farmasi hari ini terjadi setelah saham-saham ini kemarin lusa sempat melesat kencang akibat perkembangan pandemi virus corona. Angka kasus yang masih tinggi membuat investor (dan seluruh rakyat Indonesia) wajib waspada.

Per 22 Juni 2021, jumlah pasien positif corona di Indonesia adalah 2.018.113 orang. Bertambah 13.886 orang (0,68%) dibandingkan sehari sebelumnya. Sudah enam hari beruntun pasien baru bertambah lebih dari 10.000.

Selama 14 hari terakhir, rata-rata penambahan pasien baru adalah 10.628 orang per hari. Melonjak tajam dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yakni 5.938 orang setiap harinya.

Hal yang patut menjadi perhatian adalah angka kasus aktif yang terus meningkat. Kasus aktif menggambarkan pasien yang masih dalam perawatan, baik di fasilitas kesehatan maupun mandiri. Data ini menggambarkan seberapa berat beban yang ditanggung sistem pelayanan kesehatan di suatu negara.

Pada 22 Juni 2021, angka kasus aktif berada di 152.686 orang, bertambah 4.958 dari hari sebelumnya. Angka kasus aktif berada di posisi tertinggi sejak 1 Maret 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kerja Sama Obat Covid, Saham Kalbe Terbang, Genexine Tumbang!


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading