Dukung Lompatan Bisnis, BNI Bakal Rights Issue

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 June 2021 18:35
Dok: BNI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membutuhkan tambahan modal untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan ke depannya. Jika memungkinkan, penambahan modal ini akan dilakukan dalam bentuk dengan menerbitkan saham baru dan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue).

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan tambahan modal baru ini dibutuhkan untuk mengantisipasi pengembangan bisnis di tengah kesempatan yang terbuka ke depannya. Rights issue menjadi salah satu opsi jika perusahaan tidak mendapatkan penyertaan modal negara (PMN).

"Tapi kalau kami ngga punya capital yang cukup kami untuk loncat itu agak sulit, jadi kami butuh capital yang cukup yang baik. Seandainya ga ada PMN kami akan usaha yang tadi kami punya strategi lain untuk masuk ke pasar untuk dapat capital, tapi itu tentu ada cost," kata Royke dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (17/6/2021).


"Yang kita berharap rights issue itu adalah jalan terbaik, tapi kalau situasi sekarang kita paham sekarang ini tapi kalau memungkinkan diberikan rights issue itu yang terbaik," lanjutnya.

Royke menyebutkan saat ini perusahaan tengah melakukan transformasi bisnis, namun dengan transformasi ini perusahaan juga mengambil kesempatan untuk terus mengembangkan bisnisnya.

Setidaknya terdapat enam strategi yang dilakukan perusahaan untuk tetap ekspansif di tahun ini. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas kredti melalui perbaikan manajemen risiko.

"Kita juga meningkatkan kemampuan digital kita untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Ketiga kita ekspansi bisnis terus, jadi kita tidak ada stop kredit, Pak, tetap ekspansi," jelas dia.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh BNI adalah mendorong peningkatan CASA dan fee base income dengan meningkatkan jumlah transaksi nasabah.

Kemudian, sesuai dengan arahan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BNI terus mengoptimalkan jaringan bisnis internasional dengan melakukan partnership dengan pihak bank koresponden.

Terakhir adalah optimalisasi kontribusi kinerja anak usaha, dengan melakukan perubahan bisnis model. "Paling terakhir paling penting adalah perubahan di human capital. Jadi human capital ini salah satu yang dilakukan transformasi untuk meningkatkan kapabilitas dari karyawan kita," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Industri Kontraksi, BNI Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi Covid


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading