FOMC Fed Diprediksi Minim Kejutan, Dow Futures Cenderung Flat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
14 June 2021 19:07
Wall Street

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) flat pada perdagangan Senin (14/6/2021), karena investor berpikir panjang demi melihat indeks S&P 500 menyentuh rekor tertinggi baru kemarin.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average menguat 11 poin dari nilai wajarnya, sementara kontrak serupa indeks S&P 500 cenderung flat dan Nasdaq menguat tipis, sebesar 0,2%.

Investor kembali masuk ke saham-saham berbasis pertumbuhan seperti teknologi menyusul penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke bawah 1,43% akhir pekan lalu. Itu merupakan level terendah dalam 3 bulan.


CEO Tesla Elon Musk pada Minggu kembali memanaskan pasar mata uang kripto, setelah menyatakan akan menerima kembali transaksi pembelian mobilnya dengan Bitcoin karena diklaim telah menggunakan energi ramah lingkungan.

Harga Bitcoin kembali naik menembus US$ 39.000/keping, sementara Tesla yang juga memegang mata uang kripto berkapitalisasi pasar terbesar itu mencetak kenaikan harga saham di pasar pra-pembukaan saat ini sebesar 1%. Saham teknologi lainnya yakni Nvidia dan Zoom juga menguat.

Pasar akan memantau rapat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan dimulai besok. Meski bank sentral diprediksi tak akan mengubah suku bunga acuan, tetapi komennya seputar inflasi dan laju pembelian The Fed atas surat berharga bakal menggerakkan pasar. Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan berpidato usai rapat tersebut.

"Mengingat laporan inflasi yang melampaui prediksi baru-baru ini, rapat The Fed pekan ini akan dipantau sekiranya ada sinyal bahwa jadwal kenaikan suku bunga acuan atau pengurangan pembelian obligasi akan dipercepat," tutur Kepala Perencana Investasi Leuthold Group Jim Paulsen, kepada CNBC International.

Jika ada sinyal yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter ketat berpeluang diambil tahun ini, atau lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada 2023, maka dia memperkirakan pasar saham akan bergerak volatil.

Di penghujung perdagangan pekan lalu, indeks S&P 500 menyentuh rekor tertinggi baru, dengan menguat 0,4% sementara Dow Jones melemah 0,8%. Nasdaq meroket nyaris 1,9%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dow Futures Naik Tipis, Wall Street Berpeluang Dibuka Menguat


(ags/ags)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading