Di DPR, Bos BNI Sebut Telah Salurkan Kredit UMKM Rp87,7 T

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
14 June 2021 19:42
Ilustrasi Gedung BNI

Jakarta, CNBC Indonesia - Demi mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 87,7 triliun hingga kuartal I-2021. Pertumbuhan segmen UMKM pun lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya karena adanya KUR, dan mencapai 27,5% dari total portofolio kredit BBNI. 

"Pertumbuhan produktif pada segmen UMKM, tumbuh agresif 16,2% yoy dan di korporasi swasta 2,1%, untuk kredit consumer banking 5,2% tapi ini lebih banyak dari payroll nasabah besar kami. Kami memang banyak menjalin kerja sama dengan instansi dan perusahaan untuk consumer banking," kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/06/2021).

Dia menambahkan dengan peningkatan penyaluran kredit UMKM diharapkan bisa mendorong pemulihan ekonomi setelah terdampak pandemi Covid-19. Hingga kuartal I-2021, BNI telah menyalurkan KUR senilai Rp 7,1 triliun kepada 73 ribu debitur, dengan NPL yang terjaga di 0,3%.


"Kami menyadari KUR sangat dibutuhkan untuk pengusaha kecil sekaligus bisa membantu pemulihan usaha kecil yang terdampak pandemi. Kami juga yakin peran UMKM penting sehingga kami berkomitmen untuk meningkatkan penyaluran KUR pada UMKM," katanya.

Sementara untuk program pemulihan ekonomi nasional, Royke menyebutkan BNI telah menyalurkan KUR senilai Rp 9,9 triliun kepada sekitar 100 ribu debitur, sementara untuk pencairan bantuan produktif usaha mikro (BPUM) telah disalurkan Rp 1,8 triliun kepada 1,5 juta penerima.

Untuk subsidi bunga UMKM disalurkan kepada Rp 1,05 triliun, kemudian penjaminan kredit UMKM senilai Rp 3,54 triliun. Selain itu adapula subsidi gaji senilai Rp 7,7 triliun kepada 200 penerima, penyaluran kartu Prakerja senilai Rp 21,2 triliun kepada 5,9 juta penerima.

Sebelumnya, Royke mengatakan penyaluran kredit BNI di kuartal I-2021 tumbuh 2,2% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 559,33 triliun, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri. Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan pertumbuhan kredit tahun ini ditargetkan di kisaran 6-19%, dan dana pihak ketiga (DPK) 3-5%, margin bunga bersih (NIM/net interest margin) 4,6-4,8%.

"Dalam RBB, kami telah mempertimbangkan kondisi ekonomi dan memproyeksikan dari ekonomi makro dan mikro sebagai pertimbangan," katanya.

"Kredit akan kami dorong pertumbuhan di kisaran 6-9%, DPK 3-5%, NIM 4,6-4,8%. Sasaran yang ingin kami tuju diupayakan ada beberapa langkah strategis. Pertama, meningkatkan kualitas kredit dengan manajemen risiko. Kedua, meningkatkan digital capability, ketiga ekspansi bisnis berkelanjutan, keempat tingkatkan CASA [current account saving account] dan FBI [fee based income] melalui transaksi."

Per kuartal I-2021, perseroan melaporkan laba bersih sebesar Rp 2,39 triliun, dengan rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio ditetapkan pada level 200,5%, lebih tinggi dari posisi akhir tahun 2020 yang sebesar 182,4%.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading