Pekan Lalu Dihabisi Rupiah, Dolar Singapura Balas Dendam

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 June 2021 11:58
Ilustrasi dolar Singapura (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dolar Singapura pada pekan lalu tidak pernah menguat melawan rupiah, turun tajam hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari 3 pekan terakhir. Di awal pekan ini, Senin (14/6/2021), dolar Singapura "balas dendam", mampu menguat cukup tajam.

Pada pukul 11:16 WIB, SG$ 1 setara Rp 10.722,09, dolar Singapura menguat 0,22% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sepanjang pekan lalu mata uang Negeri Merlion ini melemah 0,82%, dalam 5 hari perdagangan melemah 4 kali dan stagnan satu kali.

Buruknya kinerja dolar Singapura pada pekan lalu, serta penurunan yang cukup tajam tentunya memicu aksi ambil untung (profit taking) di sisi rupiah dan buy on dip di sisi dolar Singapura. Sebabnya, di pekan ini ada bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang akan mengumumkan kebijakan moneter.


Para trader mata uang tentunya berhati-hati, sebab isu tapering masih membayangi. Tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE). Saat itu dilakukan, maka aliran modal akan kembali ke AS, dan negara emerging market yang berisiko paling terpukul.

Rupiah sendiri pernah merasakan ganasnya tapering pada tahun 2013 lalu.

Sementara itu dari dalam negeri, besok akan dirilis data neraca dagang. Belakangan ini, data ekonomi Indonesia menunjukkan sinyal akan lepas dari resesi di kuartal ini. Data neraca dagang bisa jadi memperkuat sinyal tersebut, sebab berdasarkan polling Reuters, impor diprediksi meroket 65% di bulan Mei dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Lonjakan impor bukan berarti hal yang buruk. Memang impor merupakan pengurang dari produk domestik bruto (PDB), tetapi impor Indonesia didominasi oleh bahan baku/penolong dan barang modal, yang digunakan untuk kepentingan industri dalam negeri. Artinya, saat impor naik maka industri di dalam negeri kembali menggeliat.

Sementara ekspor Indonesia diprediksi melesat 57,49% YoY. Kenaikan ekspor menjadi indikasi perekonomian global yang mulai pulih.

Data tersebut bisa membantu rupiah kembali menguat pada perdagangan Rabu besok.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading