Kontrak Segera Berakhir, Harga CPO Terjun Bebas di Awal Pekan

Market - Tirta, CNBC Indonesia
14 June 2021 11:47
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) anjlok signifikan pekan lalu. Pada perdagangan awal pekan ini, Senin (14/6/2021), harga kontrak minyak sawit mentah semakin anjlok dalam dan turun ke bawah RM 3.500/ton.

Harga kontrak CPO yang berakhir 13 Agustus 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange itu ambles hampir 6,6% hari ini ke RM 3.422/ton. Harga turun tajam jelang berakhirnya masa berlaku kontrak seperti yang terjadi sebelumnya.

Sepanjang minggu lalu, harga CPO di Bursa Malaysia ambles 11,29% secara point-to-point. Harga komoditas ini kembali ke bawah RM 4.000/ton. Kini harga minyak sawit mentah berada di level terendahnya sejak minggu kedua Februari tahun 2021.


Harga minyak nabati unggulan ekspor Malaysia dan Indonesia ini terus mengalami penurunan sejak 4 Juni lalu. Sentimen kenaikan stok membuat harga terus melemah. 

Sesuai dengan perkiraan para analis, stok minyak sawit di Malaysia mengalami kenaikan. Namun peningkatannya tak sebesar yang diramalkan konsensus. Data Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menunjukkan persediaan minyak sawit Negeri Jiran di akhir Mei naik 1,5% dari bulan sebelumnya menjadi 1,57 juta ton.

Kenaikan tersebut diakibatkan oleh peningkatan produksi dan melemahnya ekspor. Produksi CPO naik 2,84% dibanding bulan sebelumnya menjadi 1,57 juta ton sementara ekspor melemah 6% secara bulanan menjadi 1,27 juta ton.

Pelemahan ekspor adalah hal yang wajar mengingat India sebagai importir terbesar minyak sawit dunia mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang membuat Negeri Bollywood harus harus kembali menerapkan lockdown secara ketat.

Di India, minyak sawit lebih banyak digunakan untuk konsumsi. Namun bukan rumah tangga yang menjadi konsumen utamanya. Minyak nabati ini lebih banyak digunakan di sektor hotel, restoran dan katering (horeka).

Lockdown bertujuan untuk membatasi pergerakan masyarakat sehingga sektor horeka jelas menjadi salah satu yang paling terdampak. Konsumsi minyak sawit menjadi turun. Namun seiring dengan penurunan kasus infeksi, India secara bertahap melonggarkan pembatasannya.

Ada harapan bahwa permintaan akan berangsur membaik. Hanya saja para ilmuwan tetap memberikan peringatan bahwa kasus Covid-19 di India bisa saja kembali meningkat. Berdasarkan perkiraan para ilmuwan India berpotensi mendapatkan serangan gelombang ketiga akhir tahun ini.

Bagaimanapun juga data resmi stok minyak sawit masih lebih rendah dari perkiraan pasar. Survei Reuters sebelumnya menunjukkan bahwa stok diestimasi naik hingga 6% secara bulanan menjadi 1,64 juta ton. Sementara untuk produksi diperkirakan meningkat menjadi 1,58 juta ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Besok Imlek, Pasar Diterpa Profit Taking Bikin CPO Drop 2%


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading