Begini Strategi & Transformasi Bisnis IRRA Pasca Pandemi

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
11 June 2021 19:47
Ekspansi ke Sektor Manufaktur, Strategi IRRA Dongkrak Omset (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) Heru Firdausi Syarif mengungkapkan strategi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan terutama pasca pandemi Covid-19. Beberapa upaya yang dilakukan yakni diversifikasi bisnis, sehingga tidak hanya mengandalkan distribusi melainkan manufaktur untuk memproduksi alat kesehatan berteknologi tinggi, dan mengembangkan kerja sama dengan laboratorium.

"Kami akan diversifikasi bisnis dengan konsisten dan kami akan memperluas produk kesehatan. Kemudian proses transformasi tetap berjalan, sehingga tidak hanya sebagai distributor tapi juga produsen layanan kesehatan. Ini bukan hanya antisipasi pasca pandemi, tetapi juga fokus menghasilkan pertumbuhan, kalau ditanya persiapan setelah pandemi reda, kami siap," kata Heru kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/06/2021).

Dia menambahkan, meski banyak yang beranggapan IRRA berkembang karena pandemi Covid-19 yang membutuhkan penunjang alat kesehatan, perusahaan sendiri telah menyiapkan transformasi bisnis. Perusahaan erhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal I-2021 dengan lonjakan pendapatan mencapai 754% (yoy) menjadi Rp 228 Miliar.


"Tentu saja tidak salah pendapat itu, tapi pendapat itu juga bukan satu-satunya alasan kami berkembang dengan cepat. Sebelum pandemi kami sudah membuat rencana bisnis strategis, terutama untuk melengkapi platform dari IRRA sehingga kami tidakhanya dikenal sebagai perushaan distributor tapi juga manufaktur," katanya.

Dalam transformasinya menjadi industri menurut Heru pun tidak terlalu rumit, karena proses ini dilakukan dengan akuisisi Oneject yang sedang berrlangsun. Setelah bergabung maka dapat meningkatkan profesionalisme produsen dan dapat meningkatkan omzet nantinya.

"Kami perkirakan omzet 2021 bisa sama seperti tahun lalu dan peningkatan ini diharapkan bisa konsisten berlanjut hingga 2024," kata Heru.

Sebelumnya IRRA menetapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp 250-300 miliar untuk 2021, jumlah ini melonjak lebih dari 1.000% dibandingkan 2020 senilai Rp 20-25 miliar. Peningkatan capex ini dilakukan untuk mendukung transformasi bisnis perusahaan masuk ke manufaktur, Clinical Laboratory dan eHealth Services di sektor kesehatan.

Akusisi Oneject diperkirakan selesai di kuartal IV-2021, sehingga ketika sudah masuk ke industri diharapkan pendapatan akan meningkat. Terutama dengan diversifikasi produk dan bisnis ke ritel yang menjadi bagian dari strategi perusahaan.

"Pendapatan kami dari manufaktur akan diseimbangkan dengan distribusi dan services, kami mengembangkan kerjasama dengan laboratorium juga, sehingga IRRA dikenal sebagai pelayanan kesehatan, ini akan rampung kami targetkan di 2022," kata dia.

Di masa pandemi ini IRRA menjadi salah satu distributor rapid antigen yang memiliki standar WHO. Hal ini juga menurut dia menjadi penunjang di tahun ini sehingga pada kuartal II-2021 penjualan diperkirakan tetap tinggi. Heru juga menegaskan perusahaan berupaya menjaga rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara cepat.

"Jadi suplai chain penting sehingga kita tidak hanya punya produk dan memproduksi, tapi jaringan suplai chain yang ditata baik kalau perlu hari ini pesan kirim dan diterima," kata Heru.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading