Akuisisi Oneject, IRRA Siapkan Capex Rp 300 M di 2021

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
05 May 2021 19:21
Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menetapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp 250-300 miliar untuk 2021, jumlah ini melonjak lebih dari 1.000% dibandingkan 2020 senilai Rp 20-25 miliar.

Peningkatan capex ini dilakukan untuk mendukung transformasi bisnis perusahaan masuk ke manufaktur, Clinical Laboratory dan eHealth Services di sektor kesehatan.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif menjelaskan transformasi tersebut akan memperkuat posisi perseroan di sektor kesehatan tidak hanya sebagai distributor alat kesehatan, namun juga sebagai produsen dan sampai ke jasa layanan kesehatan. Besarnya anggaran belanja ini menurutnya akan dilakukan hingga dua tahun ke depan, karena transformasi bisnis yang dilakukan ditargetkan selesai dalam dua tahun.


"Pelaksanaannya akan berjalan paralel, baik untuk akuisisi PT Oneject Indonesia (Oneject) maupun investasi di layanan jasa kesehatan (Klinik laboratorium)," ungkap Heru dalam siaran resminya, Rabu (05/05/2021).

Dia menambahkan realisasi dari transformasi bisnis baru akan terefleksi penuh pada kinerja perusahaan di tahun buku 2022. Sementara tahun ini pertumbuhan perseroan masih bersumber dari bisnis eksisting. Namun mulai tahun depan, pertumbuhan perseroan akan didukung oleh bisnis manufaktur, Clinical Laboratory dan eHealth Services.

"Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan di kisaran 80%-100%, setelah tahun lalu kami bisa tumbuh di level yang sama. Transformasi bisnis ini adalah cara kami bisa menjaga ritme pertumbuhan perusahaan bisa tetap tinggi ke depannya," kata dia.

Direktur Keuangan IRRA Pratoto Raharjo mengatakan untuk sumber pendanaan capex, perusahaan memiliki ki banyak opsi seperti pinjaman perbankan, penerbitan surat utang maupun penggunaan saham treasury. Dia mengatakan pada April 2021, perusahan baru mendapat pinjaman perbakan pertama untuk modal kerja, dan masih memiliki ruang leverage untuk peningkatan pinjaman.

Selain pinjaman perbankan IRRA juga masih memiliki saham treasury sebanyak 100 juta lembar yang stand by sebagai sumber pendanaan.

"Kami sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk rencana pendanaan melalui pinjaman, selain itu kami masih memiliki saham treasury. Jadi untuk kebutuhan belanja modal bisa dipenuhi", ungkap Pratoto.

Pratoto menambahkan, dengan melihat alokasi belanja modal terbesar adalah untuk akuisisi tentu dampaknya bisa langsung memberikan penambahan pendapatan perseroan, sehingga kenaikan utang disertai dengan kenaikan laba.

"Alokasi belanja modal untuk akuisisi bisnis atau perusahaan yang sudah menghasilkan kategorinya incremental cashflow, jadi untuk akuisisi Oneject (sisters company) maupun pembukaan klinik laboratorium tidak hanya size aset dan pendapatan yang meningkat namun laba yang diperoleh begitu juga dengan pertumbuhannya," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading