Belum Masuk Daftar Bank Digital OJK, Saham BNBA Merosot

Market - Riset, CNBC Indonesia
11 June 2021 12:09
Bank Bumi Arta

Jakarta,CNBC Indonesia - Harga saham bank-bank mini alias bank BUKU II (bank dengan modal inti Rp 2 triliun- Rp 5 triliun) kembali bergerak liar pada perdagangan hari ini (11/6/2020).

Menguatnya saham-saham tersebut didorong oleh sentimen akan segera dirilisnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai bank digital bulan ini.

"Saat ini OJK tengah dalam proses penyusunan POJK Bank Umum yang mengakomodasi terbentuknya bank digital, baik itu bank digital by analog atau bank konvensional yang memberikan layanan digital, ataupun entitas yang terlahir sebagai bank digital (full digital bank).RPOJK Bank Umum ini diperkirakan akan terbit pertengahan tahun 2021," terang Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot.


Untuk bank digital sendiri saat ini, kata Sekar, pembentukan aturannya akan segera rampung di mana aturan mengenai bank digital ini akan dirilis pada pertengahan tahun ini alias pada Juni 2021.

Sebelumnya banyak investor berspekulasi bahwa saham-saham bank mini ini akan dicaplok oleh investor strategis dan ditransformasikan menjadi bank digital

Barulah kemarin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan ada tujuh bank yang mengajukan izin menjadi bank digital. Ini merupakan respons atas semakin semaraknyatransaksiperbankan melalui aplikasi di telepon selular (mobileapps).

Dalam pemaparan yang disampaikan Deputi Direktur Basel dan Perbankan Internasional OJK Tony, dalam sebuah webminar yang disiarkan melalui kanal Youtube, disebutkan bank yang tengah melakukan proses menjadi bank digital yaitu:

  1. BankBCADigital,
  2. PTBRIAgroniagaTbk, (AGRO)
  3. PT BankNeoCommerceTbk, (BBYB)
  4. PT Bank CapitalTbk, (BACA)
  5. PT BankHardaInternasional, (BBHI)
  6. PT BankQNBIndonesiaTbk, dan (BKSW)
  7. PT BankKEBHana.

Akan tetapi di tengah kenaikan saham-saham bank mini terutama yang namanya disebut oleh OJK, saham PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) malah tersungkur karena namanya tidak muncul di daftar tersebut.

Sebelumnya memang dikabarkan akan ada investor strategis yakni SEA Group yang merupakan induk dari Shopee yang akan mengakuisisi BNBA dan mentranformasikan bank tersebut menjadi perbankan digital akan tetapi ternyata SEA Group malah mengakuisisi bank lain yang saat ini bernama SEA Bank.

Tercatat saat ini BNBA diperdagangkan ambruk 5,63% di level Rp 1.005/unit. Transaksi tergolong ramai di angka Rp 38 miliar. Investor asing terpantau kabur dari saham BNBA sebesar Rp 718 juta.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading