Manajemen Fokus Efisiensi, Saham GIAA Terbang Diborong Asing!

Market - Putra, CNBC Indonesia
09 June 2021 11:23
Garuda Indonesia Luncurkan Livery Pesawat

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham maskapai penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melesat pada perdagangan hari ini, Rabu (9/6) di tengah usaha perseroan untuk terus melakukan efisiensi di internal perusahaan untuk terus bertahan di tengah kondisi pandemi.

Terpantau pada perdagangan hari ini saham GIAA naik 4,42% ke level harga Rp 236/unit setelah anjlok ke level terendah yang diijinkan oleh bursa alias ARB (penurunan 7% dalam sehari) selama 3 hari beruntun.

Investor asing menjadi motor kenaikan harga saham GIAA di mana asing memborong Rp 271 juta saham maskapai penerbangan nasional ini.


Transaksi perdagangan juga tergolong lumayan senilai Rp 6,2 miliar di mana 26,7 juta saham berpindah tangan. Kapitalisasi pasar GIAA saat ini berada di angka Rp 6 triliun.

Perseroan belum merilis laporan keuangan tahun 2020, akan tetapi di posisi terakhir kuartal ketiga tahun 2020 perseroan masih membukukan rugi bersih US$ 1,07 juta dolar AS atau sebesar Rp 15,2 triliun.

Efisiensi yang dilakukan untuk memperbaiki kinerja perseroan mulai dari operasional pesawat, biaya operasional hingga pemotongan jumlah karyawan dengan program pensiun dini.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen GIAA menjelaskan dari sisi penerbangan saat ini perusahaan tengah melakukan evaluasi terhadap performa rute.

Hal ini dilakukan dengan penyesuaian frekuensi penerbangan hingga optimalisasi penggunaan armada untuk rute padat penumpang dalam upaya mendorong optimalisasi tingkat isian.

"Adapun saat ini perseroan juga dalam proses melakukan kajian menyeluruh yang meliputi aspek operasional, strategi, transformasi bisnis dan juga keuangan sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dengan memperhatikan kebutuhan pasar di era kenormalan baru yang tentunya diharapkan dapat mendorong pemulihan kinerja dan menjaga keberlangsungan perseroan," tulis manajemen GIAA dalam keterbukaan tersebut, dikutip Rabu (9/6/2021).

Selain itu, perusahaan juga melakukan menggunakan armada pesawatnya khusus untuk pengangkutan kargo.

Jumlah armada pesawat yang saat ini dioperasionalkan perusahaan sebanyak 53 pesawat dari total 142 pesawat yang dimiliki perusahaan secara langsung maupun sewa. 136 di antaranya adalah sewa, sisanya milik sendiri.

Sementara itu, adanya penyesuaian produksi perseroan imbas kondisi market dan penurunandemandlayanan penerbangan yang turun tajam, mau tak mau perusahaan juga melakukan penyesuaian dari sisi organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Pada April- November 2020, perusahaan melakukan pemotongan gaji karyawan dari level staff hingga komisaris dan direksi kisaran 10% hingga 50% secara bertingkat sesuai dengan level jabatan.

Kemudian, perusahaan tahun lalu juga telah melakukan penyelesaian kontrak dipercepat untuk pegawai dengan status kontrak/PKWT, Program Pensiun Dipercepat kepada karyawan dengan kriteria pendaftar 45 tahun ke atas.

Saat ini perusahaan juga tengah melakukan program pensiun dini untuk karyawannya tanpa batasan usia dan tanpa masa minimum masa kerja.

"Perseroan membuka pendaftaran program ini sejak 19 Mei hingga 19 Juni 2021.

Adapun pembayaran hak pensiun karyawan akan dilaksanakan mulai 1 juli 2021 secara bertahap kepada karyawan yang telah mendaftarkan diri pada periode yang ditentukan," jelas manajemen Garuda

Dari segi kewajiban, saat ini perusahaan tengah melakukan kesepakatan restrukturisasi kepada beberapa BUMN dan lessor pesawat.

Perusahaan telah menunjuk konsultan penunjang, baik konsultan bisnis, konsultan hukum dan konsultan keuangan, serta pihak-pihak terkait lainnya yang dimana sedang dalam proses pembahasan dan diskusi untuk restrukturisasi tersebut.

"Adapun perseroan akan berupaya untuk melakukan negosiasi dengan kreditor untuk mencapai kesepakatan bersama terkait restrukturisasi dengan para kreditor."

"Dukungan pemerintah terhadap proses restrukturisasi Perseroan ditandai dengan telah dibentuknya PMO Restrukturisasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk oleh Kementerian BUMN," jelas perusahaan.

Saat ini perusahaan membiayai keberlangsungan operasional perusahaan jangka pendek dari pendapatan operasional.

Perusahaan telah mendapatkan dukungan pemerintah melalui penerbitan obligasi wajib konversi senilai Rp 8,5 triliun secara total. Obligasi ini diserap oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)/SMI.

Perusahaan juga telah mencairkan dana tersebut senilai Rp 1 triliun pada 4 Februari 2021 dan telah digunakan seluruhnya untuk pembayaran biaya bahan bakar kepada Pertamina.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading