Waspada! 2 Saham Ini Masuk Radar BEI, Ada Bank Hary Tanoe

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
08 June 2021 07:35
Diskusi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan harga saham yang liar membuat dua saham masuk radar pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terjadi peningkatan harga saham di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Kedua saham tersebut yakni emiten perbankan Grup MNC milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan emiten perkebunan karet dan sawit PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA).

Pada perdagangan Senin kemarin (7/6/2021), saham BABP ditutup meroket 24,49% di posisi Rp 36/saham dengan nilai transaksi Rp 505 miliar dan volume perdagangan 1,45 miliar saham. Sepekan terakhir saham anak usaha PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) ini melesat 122% dan sebulan juga terbang 321% dengan kapitalisasi pasar Rp 9,27 triliun.


Adapun saham JAWA ditutup minus 6,74% di posisi Rp 166/saham alias ambles menyentuh level auto reject bawah (ARB, batas maksimal penurunan harian 7%). Saham JAWA ditransaksikan mencapai Rp 396 juta, relatif rendah, dengan volume perdagangan 2,30 juta saham.

Dalam sepekan terakhir saham JAWA menguat 21,17% dan sebulan naik 87%, dengan kapitalisasi pasar Rp 627 miliar.

PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dalam pernyataan resmi mengatakan pengumuman UMA ini sebetulnya tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang pasar modal.

Berdasarkan pengamatan Bursa, informasi terakhir mengenai JAWA adalah informasi 31 Mei 2021 yang dipublikasikan melalui situs BEI terkait penyampaian bukti iklan informasi laporan keuangan tahunan.

Sementara, itu informasi terbaru terkait BABP ialah informasi 4 Juni 2021 yang mengenai pencatatan saham.

Sebelumnya bursa telah mengumumkan suspensi pada 5 Maret 2021 dan UMA pada 3 Maret 2021 untuk saham BABP.

Berdasarkan data historis, kedua saham tersebut memiliki pergerakan yang 'liar' akhir-akhir ini. Misalnya saham JAWA setidaknya tercatat 3 kali mengalami lonjakan nilai transaksi dan harga secara tiba-tiba hingga mencapai auto rejection atas (ARA).

Pada 20 Mei, saham ini melonjak 34,44% dengan nilai transaksi Rp 720,82 juta, dari nilai transaksi sebelumnya yang sebesar Rp 95 juta.

Kemudian, pada 21 Mei kembali ARA 34,71% dengan nilai transaksi Rp 697,6 juta. Setelah itu, pada Kamis (3/6) pekan lalu, saham ini kembali ARA 34,92% dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,42 miliar.

Saham BABP juga sudah mencatatkan reli penguatan selama 7 hari beruntun, seiring dengan kabar terbaru terkait bank yang telah resmi mendapatkan lisensi digital on boarding atau layanan digital dari OJK.

Lisensi ini memungkinkan MNC Bank untuk sepenuhnya mendigitalisasi pembukaan rekening simpanan (digital onboarding) dan mendigitalisasi layanan perbankannya dengan sebutan Motion Banking by MNC Bank. Pada April lalu, Bank MNC memang sudah mengajukan izin digital onboarding untuk aplikasi Motion kepada OJK.

Dengan masuknya dua emiten dalam UMA ini, BEI menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa dan mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu investor diminta mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Menanggapi ini, Heru Sulitiadhi, Corporate Secretary Group Head BABP, mengatakan perseroan tidak mengetahui kebenaran atau ketidakbenaran sebagian/seluruh dari informasi yang menyangkut perseroan yang beredar sebagai rumor atau bereda di media massa.

"Perseroan juga telah menyampaikan fakta material pada 3 Mei soal rencana penambahan modal dengan HMETD [hak memesan efek terlebih dahulu] dan tanpa HMETD, tangal 4 Mei soal perubahan pernyataan kembali rencana penambahan modal dengan HMETD dan tanpa HMETD, dan 27 Mei soal izin layanan pembukaan rekening secara online dan 3 Juni soal launching MotionBanking," katanya dalam surat kepada BEI.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tok! Hary Tanoe Resmi Kantongi Izin Bank Digital MNC Bank


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading