Data AS Picu Spekulasi Tapering, Bursa Eropa Dibuka Variatif

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
04 June 2021 15:40
FILE PHOTO: A trader sits in front of the computer screens at his desk at the Frankfurt stock exchange, Germany, June 29, 2015.  REUTERS/Ralph Orlowski/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa dibuka cenderung variatif pada perdagangan Jumat (4/6/2021) menyambut data positif tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang secara bersamaan juga memicu kekhawatiran seputar dimulainya pengetatan moneter.

Indeks Stoxx 600 yang berisi 600 saham unggulan Eropa naik 0,1% pada pembukaan, dengan penguatan di semua indeks sektoral di dalamnya. Reli terjadi setelah pemodal bertaruh bahwa ekonomi AS kembali pulih, seperti terlihat dari pasar tenaga kerja.

Selang 1 jam kemudian, koreksi indeks Stoxx 600 sebesar 0,4 poin (+0,08%) ke 451,15. Indeks DAX Jerman naik 15,4 poin (+0,1%) ke 15.648,07. Namun, indeks FTSE Inggris melemah 9,4 poin (-0,13%) menjadi 7.054,98 dan CAC Prancis surut 3,4 poin (-0,05%) ke 6.504,53.


Pemerintah AS akan merilis data ketenagakerjaan pada Jumat. Sejauh ini ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan akan ada 671.000 tenaga kerja baru yang terserap pada Mei, atau naik dari penyerapan April sebanyak 266.000.

Bursa saham Asia Pasifik cenderung bergerak variatif sementara investor memantau arah kebijakan moneter bank sentral India. Kontrak berjangka (futures) tak banyak berubah di perdagangan Jumat pagi waktu setempat.

Kemarin, klaim tunjangan pengangguran AS sepekan lalu dilaporkan bertambah 385.000, atau lebih rendah dari ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 393.000. Ini juga menjadi pertama kali klaim tunjangan pengangguran jatuh di bawah level psikologis 400.000 sejak di era pandemi.

Di Eropa, pelaku pasar akan memantau data penjualan ritel zona euro.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading