Erick Ungkap Rahasia di Balik Laba Telkom Rp 21 T di 2020

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
03 June 2021 11:50
Erick Thohir di acara ISEI, Rabu 17 Maret 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan strategi di balik performa positif perusahaan BUMN telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang mencatatkan kenaikan laba bersih tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Mengacu laporan keuangan, Telkom Indonesia mencatat pertumbuhan yang positif dari sisi pendapatan, EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) serta laba bersih selama tahun 2020.

Laba bersih induk usaha Telkomsel ini naik 11,5% menjadi Rp 20,80 triliun di tahun lalu, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, Rp 18,66 triliun, sementara pendapatan juga naik 0,7% menjadi Rp 136,46 triliun dari sebelumnya Rp 135,57 triliun.


Adapun EBITDA Perseroan tahun 2020 tercatat Rp 72,08 triliun sebesar 11,2%. Manajemen mengungkapkan pencapaian ini memberikan sinyal optimisme bahwa digitalisasi mampu menjadi motor penggerak penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Erick mengatakan bahwa Telkom berhasil meraih profitabilitas tinggi dari laba bersihnya karena ada pemangkasan di belanja modal atau capex (capital expenditure).

"Kalau kita lihat Telkom sendiri profitabilitas naik karena capex kita tekan, itu mungkin bisa disampaikan kalau bisa didukung tambahan anggaran itu [Kementerian BUMN]. Sehingga total kebutuhan kementerian itu Rp 244,8 miliar [untuk Kementerian BUMN]," jelas Erick dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis ini (3/6/2021).

Sebagai catatan, mengacu keterangan Telkom, total belanja modal perseroan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp 29,4 triliun atau 21,6% dari total pendapatan.

Penyerapan belanja modal di tahun 2020 lebih kecil daripada rencana proyeksi dikarenakan pandemi yang mengakibatkan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Belanja modal tersebut terutama digunakan untuk memperkuat jaringan dan infrastruktur lainnya dalam rangka meningkatkan kapabilitas digital demi memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan, meliputi jaringan 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringan backbone serat optik bawah laut serta menara telekomunikasi dan data center.

Dalam rangka mendukung perekonomian nasional, Telkom juga mencatat nilai besaran Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara mandiri sekitar 41.6% dari belanja capex dan 92% dari belanja opex (operation expenditure) pada tahun 2020.

"Di tengah pandemi yang masih kita hadapi hingga saat ini, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap berbagai layanan TelkomGroup," kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah dalam siaran pers.

"Kami akan terus berupaya menghadirkan solusi digital terbaik untuk membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi maupun memulihkan perekonomian nasional sejalan dengan komitmen kami untuk menjadi penggerak digitalisasi Indonesia. Kami meyakini dengan digitalisasi, bersama-sama kita mampu menghadapi pandemi dan menjadikan Indonesia lebih baik," tutup Ririek.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading