Saham Sawit Reli Berjamaah, Harga CPO di Atas RM 4.000/ton

Market - Putra, CNBC Indonesia
03 June 2021 10:03
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah(Crude Palm Oil/CPO) kembali melesat pada perdagangan hari ini Kamis (3/6/2021) yang memicu harga saham-saham CPO Tanah Air terbang. CPO terapresiasi kencang, dan kembali mengangkat harganya ke atas level psikologis RM 4.000/ton.

Harga kontrak pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatif Exchange untuk komoditasCPOnaik 3,1% lebih ke RM 4.220/ton setelah selama 2 hari beruntung harga minyak sawit naik 8,5%. CPO mantap naik setelah belakangan ini harga minyak sawit terombang-ambing di kisaran RM 3.900 - RM 4.000.

Berikut gerak saham sawit pada perdagangan hari ini.


Tercatat 6 saham CPO dengan kapitalisasi paling jumbo dan transaksi likuid seluruhnya diperdagangkan di zona hijau pada hari ini.

Kenaikan dipimpin oleh PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang terbang 2,46% ke level Rp 1.250/unit. Selanjutnya di posisi kedua PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang melonjak 2,23% ke level harga Rp 915/unit.

Saham sawit dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa yakni PT Astra Agro Lesttari Tbk (AALI) juga berhasil melonjak 1,38%. Emiten sawit grup Astra ini diperdagangkan di harga Rp 9.200/unit.

Kenaikan paling moderat dibukukan oleh emiten sawit grup Salim PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang terbang 0,95% ke level harga Rp 530/unit.

Kenaikan harga minyak sawit pada perdagangan hari ini ditopang oleh peningkatan harga minyak mentah dunia yang cetak rekor tertinggi barunya sepanjang 2021. Harga kontrak Brent tembus US$ 70/barel didukung dengan prospek permintaan yang lebih baik.

Permintaan minyak di tahun ini diperkirakan bakal naik 6 juta barel per hari (bph) menjadi 96 juta bph. Kenaikan tersebut setara dengan 6% dari permintaan global sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Minyak sawit dan minyak nabati lain merupakan substitusi minyak mentah karena menjadi bahan baku biodiesel sebagai bahan bakar alternatif untukfossil fuel.

Namun sentimen yang membebani harga minyak sawit mentah adalah diberlakukannya kebijakan lockdown selama dua pekan di Malaysia. Kebijakan ini diterapkan pemerintah dalam rangka mengendalikan pandemi Covid-19 yang semakin tak terkontrol.

Hal tersebut dilakukan setelah pada Jumat (28/5/2021) negara itu memecahkan rekor infeksi harian baru dengan angka 8.290 kasus infeksi. Angka tersebut angka yang tertinggi dalam sejarah pandemi Covid-19 di Malaysia.

Pengumuman lockdown total disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. "Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi," ujar Muhyiddin dilansir Straits Times, Sabtu (29/5/2021).

Desakan untuk lockdown total sudah muncul sebelum keputusan Muhyiddin. Sebelumnya Sultan Negara Bagian Johor, Sultan Ibrahim Iskandar, meminta pemerintah Malaysia mempertimbangkan penguncian penuh alias "full lockdown".

Kenaikan kasus Covid-19 di Malaysia bahkan lebih ngeri ketimbang India jika melihat salah satu indikator epidemiologi berupa kenaikan kasus per 1 juta penduduk di Malaysia sudah lebih tinggi dibandingkan dengan India.

Berdasarkan catatan CNBC International, rata-rata kasus infeksi Covid-19 harian di Malaysia per satu juta orang mencapai angka 205, jauh lebih tinggi ketimbang India yang mencapai 150.

Populasi Malaysia memang tak sebesar India karena hanya menampung 32 juta penduduk. Jelas jauh sekali jika dibandingkan dengan Negeri Bollywood. Namun jika angka pertambahan kasus harian per satu juta penduduknya lebih tinggi maka sudah jelas Malaysia sedang dalam keadaan darurat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading