RI 'Booming' Komoditas Jilid II, Saham-sahamnya to The Moon

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
02 June 2021 11:08
Pekerja melakukan bongkar muat batu bara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah telah mengeluarkan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Adapun salah satunya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan yaitu Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga empat komoditas yang signifikan akhir-akhir ini menjadi sentimen positif bagi saham-saham produsennya. Keempat komoditas tersebut ialah batu bara, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), nikel dan minyak mentah (crude oil).

Harga si batu bara, misalnya, tembus level tertingginya di US$ 118,9/ton dalam satu dekade terakhir pada Jumat (28/5) pekan lalu.

Kemudian, harga komoditas minyak sawit mentah juga sempat menyentuh level tertinggi dalam 13 tahun terakhir, ketika di level RM 4.506/saham pada 12 Mei lalu.


Namun, setelah mencapai harga tertingginya tersebut, harga CPO merosot sampai meninggalkan harga RM 4.000, seiring sentimen negatif yang muncul dari negeri jiran Malaysia, sebagai salah satu negara produsen minyak sawit terbesar.

Malaysia resmi menerapkan lockdown atau penguncian wilayah secara total untuk semua sektor sosial dan ekonomi mulai Selasa kemarin 1 Juni hingga 14 Juni.

Ketiga, harga nikel yang sempat menembus level US$ 19.700/ton pada akhir 22 Februari, tertinggi setidaknya sejak 6 tahun terakhir. Kendati setelahnya harga sempat drop ke bawah US$ 16.000/ton.

Kurang lebih selama hampir dua bulan harga nikel cenderung bergerak sideways. Harga nikel baru mulai terangkat di akhir April hingga mencapai US$ 18.187/ton pada perdagangan Selasa (1/6/2021) kemarin.

Alhasil dalam sepekan, mengacu pada data London Metal Exchange (LME), harga nikel sudah melonjak 5,75%. Goldman Sachs dan DBS memperkirakan harga nikel bisa tembus ke atas US$ 20.000/ton pada tahun ini

Keempat, Harga minyak mentah dunia juga akhirnya menembus rekor tertinggi tahun ini pada perdagangan pagi waktu Asia Rabu (2/6). Untuk kontrak Brent harganya tembus US$ 70,62/barel setelah menguat 0,53%.

Sementara itu untuk kontrak minyak mentah yang menjadi acuan Negeri Paman Sam yaitu West Texas Intermediate (WTI) atau yang juga dikenal dengan lightsweet ditransaksikan di US$ 68,05/barel setelah menguat 0,49%.

Kombinasi perbaikan permintaan turut mendongkrak harga minyak mentah naik. Kelompok negara penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC memperkirakan permintaan minyak bakal naik 6 juta barel per hari (bph) atau setara 6% dari permintaan global sebelum pandemi melanda di tahun 2021.

Lantas, bagaimana gerak saham-saham produsen keempat komoditas tersebut?

Di bawah ini Tim Riset CNBC Indonesia menyajikan daftar masing-masing 3 besar saham-saham komoditas dengan penguatan tertinggi hari ini, pukul 10.54 WIB.

3 Besar Saham Batu Bara

  1. Indika Energy (INDY), saham +8,95%, ke Rp 1.395, transaksi Rp 27 M

  2. Indo Tambangraya Megah (ITMG) 7,74+%, ke Rp 13.925, transaksi Rp 103 M

  3. Bukit Asam (PTBA), +5,88%, ke Rp 2.340, transaksi Rp 71 M

3 Besar Saham CPO

  1. Provident Agro (PALM), +7,08%, ke Rp 454, transaksi Rp 1 M

  2. Bakrie Sumatera Plantations (UNSP), +4,73%, ke Rp 111, transaksi Rp 3 juta

  3. Astra Agro Lestari (AALI), +2,55%, ke Rp 9.050, transaksi Rp 10 M

3 Besar Saham Nikel

  1. Pelat Timah Nusantara (NIKL), +3,72%, ke Rp 1.255, transaksi Rp 3 M

  2. Harum Energy (HRUM), +3,41%, ke Rp 5.300, transaksi Rp 13 M

  3. Aneka Tambang (ANTM), +1,63%, ke Rp 2.490, transaksi Rp 114 M

3 Besar Saham Migas (Minyak dan Gas)

  1. Energi Mega Persada (ENRG), +5,88%, ke Rp 108, transaksi Rp 2 M

  2. Elnusa (ELSA), +4,61%, ke Rp 318, transaksi Rp 11 M

  3. Rukun Raharja (RAJA), +3,51%, ke Rp 236, transaksi Rp 7 M

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading