Kasus Jiwasraya

Erick: Restrukturisasi Jalan Terbaik Lepas dari Perampokan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 June 2021 14:10
Puluhan nasabah Jiwasraya yang tergabung dalam Forum Korban Jiwasraya melakukan aksi damai di Kantor Pusat Jiwasraya, Jakarta, Jumat, 11/9. Aksi tersebut dilakukan karena tidak adanya kejelasan mengenai pencairan dana bagi para nasabah korban Jiwasraya Saving Planyang sudah lewat jatuh tempo selama 2 tahun. Sebelumnya, Jiwasraya mengklaim membayarkan tunggakan kepada sebagian nasabah senilai Rp470 miliar pada akhir Maret lalu. Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan pembayaran utang klaim diberikan kepada 15 ribu nasabah pemegang polis tradisional. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan langkah restrukturisasi polis nasabah yang dilakukan di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) merupakan upaya dan solusi terbaik yang dilakukan untuk menyelesaikan perampokan yang terjadi di asuransi tersebut sejak bertahun-tahun silam.

Dia mengatakan langkah ini merupakan upaya bersih-bersih yang dilakukan oleh kementerian terhadap tindakan perampokan yang tidak hanya terjadi di perusahaan Jiwasraya saja, tapi juga dari pengelola dana pensiun BUMN lainnya.

"Tolong, maaf, di sini kami Kementerian BUMN, Direksi dan Komisaris Jiwasraya kami berbuat yang terbaik, mencari solusi, yang ini sebenarnya sudah menjadi problem jauh sebelum kami memimpin. Mohon yang kami lakukan apresiasi dan transparan. Kami bukan bagian dari yang korupsi. Justru kami memperbaiki penipuan ini dan kami tidak membiarkan adanya yang namanya perampokan," kata Erick ke Kementerian BUMN, Rabu (2/6/2021).


Dia menyebutkan bahwa tindakan restrukturisasi ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari DPR, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam).

"Ini bukan arogansi, ini empati dan keberpihakan yang kami harus lakukan. Tadi, perampokan dari pensiunan harus stop, harus dijaga. Kasihan yang sudah kerja puluhan tahun uangnya hilang," terangnya.

Erick juga mengapresiasi langkah restrukturisasi yang dilakukan atas polis-polis nasabah Jiwasraya yang periodenya telah berakhir pada 31 Mei 2021 lalu. Lebih dari 95% nasabah asuransi ini bersedia untuk direstrukturisasi polisnya.

Menurut data per 31 Mei 2021, sebanyak 98% nasabah korporasi atau 2.088 dari 2.127 nasabah telah bersedia direstrukturisasi polisnya.

Selanjutnya untuk pemegang polis ritel sebanyak 94% atau 156.075 polis dari total 166.710 nasabah telah bersedia direstrukturisasi.

Sedangkan untuk nasabah polis bancassurance sebanyak 96% atau 16.748 dari 17.459 polis telah bersedia untuk direstrukturisasi.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading