Harpitnas! IHSG Melesat 1% Lebih, Jawara Pasar Saham Asia

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
31 May 2021 15:54
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup cerah bergairah pada perdagangan 'Harpitnas' Senin (31/5/2021), di mana pada Selasa (1/6/2021) besok, pasar keuangan RI ditutup karena libur Hari Lahir Pancasila.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup melesat 1,69% ke level 5.947,46.

Data perdagangan mencatat sebanyak 297 saham terapresiasi, 202 saham melemah dan 148 lainnya mendatar. Nilai transaksi hari ini kembali naik menjadi Rp 13,5 triliun. Investor asing kembali melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler dan jumlahnya cukup besar, yakni mencapai Rp 775 miliar.


Investor asing melakukan pembelian bersih di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 574 miliar. Selain di saham BBRI, asing juga tercatat mengoleksi saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 119 miliar.

Sedangkan penjualan bersih dilakukan asing di saham PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) yang dilepas sebesar Rp 24 miliar dan di saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp 23 miliar.

Sebanyak enam saham big cap pada hari ini menjadi incaran aksi beli investor, di mana dari enam saham big cap tersebut, empat diantaranya adalah saham bank. Adapun saham bank big cap yang diborong oleh asing adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Selain saham bank big cap asing juga tercatat mengoleksi dua saham big cap lainnya, yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII).

Secara pergerakan, enam saham big cap tersebut juga ditutup melesat, di mana saham BBRI melesat 4,67% ke level Rp 4.260/unit, saham TLKM meroket 5,2% ke posisi Rp 3.440/unit, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melonjak 3,45% ke Rp 6.000/unit.

Berikutnya saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melesat 3,85% ke Rp 5.40/unit, saham BBCA menguat 0,55% ke Rp 31.875/unit dan terakhir saham ASII menguat 1,94% ke Rp 5.250/unit.

Penguatan bursa nasional ini mengekor reli bursa Amerika Serikat (AS) yang juga bergerak di jalur hijau meski terbatas. Indeks Dow Jones menguat hanya 0,4% ke 34.464.64 sedangkan indeks S&P 500 bertambah 0,12% menjadi 4.200,88.

Tanda-tanda bahwa asing mengambil posisi beli sudah terlihat sejak pekan lalu, dengan posisi net buy sepekan mencapai Rp 861,5 miliar. Saham yang diburu terutama adalah saham unggulan, termasuk TLKM, BBRI, BBCA, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Optimisme terjadi di tengah pernyataan Presiden Joko Widodo yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 bisa mencapai 7%. Terbaru, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan menyatakan bahwa ekonomi bisa melesat hingga 8%.

Oleh karenanya, pasar bereaksi positif dan menganggap kenaikan kasus virus corona (Covid-19) usai libur Lebaran tidak akan berujung pada pengetatan kebijakan ekonomi, yang pada gilirannya bakal menekan ekonomi dan membuyarkan optimisme kedua tokoh penting nasional tersebut.

Adapun Hang Seng Hong Kong hanya naik 0,09%, Shanghai naik 0,41%, dan Nikkei Tokyo malah minus 0,99%. Sementara itu STI Singapura minus 0,37%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading