Jagad Twitter Ramai! Putri Gus Dur Upayakan Garuda Tak Pailit

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
31 May 2021 12:47
Yenny Wahid (Foto: Tsarina Maharani/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Yenny Zannuba Wahid, yang juga putri dari mendiang Presiden Abdurrahman Wahib (Gus Dur) angkat bicara mengenai masalah keuangan maskapai milik negara itu.

Dia berharap Garuda jangan sampai dipailitkan. Dalam cuitan Twitter pribadinya, @yennywahid, mengatakan saat ini pihaknya sedang bekerja keras agar Garuda Indonesia tidak dipailitkan. Permasalahan yang diwariskan dari Garuda sudah besar.

"Kami sedang berjuang keras agar Garuda tidak dipailitkan. karena problem warisan Garuda besar, Mulai dari kasus korupsi sampai biaya yang tidak efisien," tulis Yenny, pada Sabtu (29/5/2021).




Yenny menjelaskan penanganan kasus korupsi sedang berjalan, sudah ditangani penegak hukum. Tapi efeknya masih dirasakan, karena menyangkut kontrak jangka panjang yang harus dinegosiasikan, plus pembelian alat produksi yang tidak efisien, misalnya pesawat yang tidak pas untuk kebutuhan maskapai.

Selain itu dia menceritakan waktu dirinya masih pada jajaran komisaris, utang Garuda sudah lebih dari Rp 20 triliun. Ditambah dengan pandemi, makin memperparah kondisi perusahaan.

"Setiap terbang pasti rugi besar, demi penumpang. Kami terapkan social distancing meskipun biaya kami jadi dua kali lipat, dengan revenue turun 90%. Sudah jatuh tertimpa tangga juga," jelasnya.

Yenny juga menjelaskan strategi yang sedang dilakukan perusahaan saat ini adalah restrukturisasi utang dan biaya. Termasuk dalam renegosiasi leasing contract, hingga mengembalikan pesawat yang tidak terpakai, mengingat penggunaan saat ini sudah menurun.

"Layanan kargo juga digenjot, dan hasilnya pendapatan meningkat melebihi target, tapi tidak mampu menutup semua kerugian," jelasnya.

Menanggapi cuitan ini, netizen pun ramai berkomentar. Misalnya akun @frankygathelatu menyebut, "maksudnya warisan presiden periode kemarin ? Bukannya th 2019 (saat kampanye) laporan keuangan garuda msh untung ?"

Lalu @ferrykoto menulis, "@yennywahid, kondisi pendemi ini, kalu penumpang mungkin berat, karena turunnya mobilits. Namun mungkin cargo Garuda bisa digenjot, mendukung distribusi logistik dimana terjadi peningkatan distribusi barang seiring tren belanja online yg terus menanjak."



Ada lagi @Hafidz_Jan yang mengatakna "@yennywahid Rakyat ndak mau tahu apkah itu problem warisan masa lalu atau memang manajemennya bobrok, ndak perlulah butuh pemakluman dr rakyat dg mngtakan mslh Garuda adlh problem msa lalu. Rakyat tahunya mbak @yennywahid saat ini dikasih amanat jd Komisaris untuk membenahi Garuda. Itu saja."

Berdasarkan laporan keuangan terakhir per September 2020, GIAA kembali membukukan kerugian mencapai US$ 1,07 miliar (Rp 15,58 triliun, asumsi kurs Rp 14.500/US$). Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan telah membukukan laba bersih senilai US$ 122,42 juta.

Faktor utama kerugian ini lantaran pendapatan yang turun drastis mencapai 67,83% year on year (YoY) menjadi sebesar Rp 1,13 miliar (Rp 16,51 triliun) pada akhir September lalu. Turun dari pendapatan di akhir September 2019 yang senilai US$ 3,54 miliar.

Penurunan paling besar terjadi pada pendapatan penerbangan berjadwal yang turun menjadi US$ 917,28 juta dari sebelumnya US$ 2,79 juta.

Kemudian penerbangan tidak berjadwal juga turun menjadi US$ 46,92 juta dari sebelumnya US$ 249,91 juta. Penurunan ini utamanya karena tak adanya penerbangan haji tahun ini, padahal pendapatan penerbangan haji ini berkontribusi cukup besar di pos ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mengagetkan! Yenny Wahid Mundur dari Komisaris Garuda


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading