Laba Bersih Klub Bola Milik Pieter Tanuri Drop 26% pada 2020

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
31 May 2021 09:52
Ipo Bali United (CNBC Indonesia/Monica Wareza)

Jakarta, CNBC Indonesia - Klub sepak bola PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) sepanjang tahun lalu mengalami penurunan laba bersih mencapai 26,15% secara tahunan (year on year/YoY) ke posisi Rp 5,22 miliar. Pencapaian ini turun dari posisi 31 Desember 2019 yang sebesar Rp 7,07 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai laba per saham mengalami penurunan menjadi Rp 0,87 dari sebelumnya senilai Rp 1,23.

Penurunan laba bersih ini karena pendapatan yang anjlok secara signifikan menjadi Rp 76,41 miliar di akhir Desember 2020. Angka ini turun hingga 64,49% YoY dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 215,20 miliar.


Penurunan pendapatan ini disebabkan turunnya semua kontributor pendapatan perusahaan. Penurunan terbesar terjadi pada pendapatan komersial hingga menjadi Rp 33,94 miliar dari posisi sebelumnya Rp 83,72 miliar. Pendapatan dari pertandingan turun drastis menjadi Rp 606,15 juta posisi Rp 4,33 miliar.

Pendapatan dari live video streaming dan rekaman video juga ambrol menjadi Rp 10,03 miliar dari sebelumnya Rp 84,91 miliar.

Beban operasi tercatat menjadi Rp 157,47 miliar dari sebelumnya senilai Rp 214,98 miliar. Sedangkan beban keuangan naik menjadi Rp 1,21 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 821,19 juta.

Pada periode tersebut, tercatat nilai aset BOLA menjadi sebesar Rp 550,06 miliar, mengalami kenaikan dari posisi akhir Desember 2019 yang senilai Rp 542,80 miliar. Aset lancar tercatat mencapai Rp 414,81 miliar dan aset tak lancar sebesar Rp 135,25 miliar.

Di pos liabilitas, terjadi kenaikan sepanjang 2020 menjadi Rp 79,22 miliar dari sebelumnya Rp 73,31 miliar. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 67,33 miliar dan liabilitas jangka panjang ditutup di angka Rp 11,88 miliar.

Ekuitas perusahaan di akhir Desember 2020 lalu mencapai Rp 470,83 miliar, naik tipis dari posisi akhir periode yang sama di 2019 yang sebesar Rp 469,48 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading