Kabar Baik! Sepekan Asing Jorjoran Belanja, 5 Saham Ini Laris

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
31 May 2021 06:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi borong saham oleh investor asing membuat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses terangkat. Dalam sepekan terakhir (24 Mei-28 Mei) IHSG terapresiasi 0,88% meski secara bulanan masih merah alias minus 1,95% dan year to date atau tahun berjalan terkoreksi 2,18%.

Setelah sekian lama sepi, sepanjang pekan lalu, terutama sebelum perdagangan terakhir, nilai transaksi tembus Rp 22,9 triliun dan tergolong ramai pada Kamis (27/5). Asing juga mulai masuk ke saham-saham RI, terutama saham-saham unggulan.

Pada perdagangan Jumat (28/5), IHSG ditutup naik 0,12% di posisi Rp 5.848, dengan nilai transaksi Rp 12,92 triliun.


Dalam seminggu ini asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 861,5 miliar di pasar reguler. Saham-saham yang paling banyak dikoleksi merupakan saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar besar.

Berikut ini adalah saham-saham yang banyak dibeli dan masuk ke dalam portofolio investor asing sepekan terakhir.

Saham Net Foreign Buy (24-28 Mei) di Pasar Reguler

1. Telkom Indonesia (TLKM) Rp 183,6 M, saham -1,21% Rp 3.270

2. Bank BRI (BBRI) Rp 164,1 M, saham +4,90% Rp 4.070

3. Bank Central Asia (BBCA) Rp 145,6 M, saham -0,63% Rp 31.700

4. Merdeka Copper (MDKA) Rp 126,6 M, saham +4% Rp 2.600

5. Unilever (UNVR) Rp 95,4 M, saham +2,67% Rp 5.775

Data BEI mencatat, tampak bahwa asing mengkoleksi saham-saham big cap penyusun terbesar IHSG yaitu trio PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Namun di tengah tren kenaikan harga emas dan tembaga investor asing juga melakukan pembelian saham emiten tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Ini menjadi indikasi bahwa investor tak mau ketinggalan momentum kenaikan harga emas yang diharapkan membuat kinerja keuangan emiten tambang ini menjadi solid.

Saat diborong asing saham TLKM dan BBCA justru mengalami koreksi masing-masing sebesar 1,21% dan 0,63%. Sementara itu untuk saham BBRI dan MDKA justru melesat dengan apresiasi masing-masing 4,9% dan 4%.

Data ekonomi AS yang bagus membuat Wall Street semringah dan semangatnya menyebar ke pasar keuangan Benua Kuning tak terkecuali Indonesia.

Pekan lalu, jumlah warga AS baru yang mengajukan klaim pengangguran turun jauh melebihi ekspektasi pekan lalu dan menjadi level terendah selama 14 bulan terakhir di angka 406 ribu seiring dengan restriksi pasca Covid-19 yang terus diperlonggar.

Di sisi lain dari dalam negeri Bank Indonesia (BI) juga memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di 3,5%. Level terendah sejak Indonesia merdeka. Fokus BI sekarang adalah menjaga stabilitas rupiah.

Rupiah yang stabil menjadi salah satu modal utama bagi investor asing untuk membeli aset keuangan domestik. Ketika rupiah stabil maka confidence investor asing akan terbangun sehingga mereka menjadi lebih yakin berinvestasi di dalam negeri.

NEXT: Saham yang Dilepas Sepekan

Ada 5 Saham Paling Banyak DIlepas Asing
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading